1,8 Kilogram Sabu Dimusnahkan Polresta Banda Aceh

tribfratanewsaceh.com – Banda Aceh, Kepolisian Resort Banda Aceh memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,8 kilogram dengan cara di blender, Selasa (18/07/17).

Barang bukti sabu tersebut merupakan hasil tangkapan dari tersangka Dedi Ilham (30), warga Keude Bungkaih, Muara Batu, Aceh Utara.

Sementara barang haram itu berasal dari Bireun dana diketahui milik Doni alias Don (nama samaran) yang telah ditetapkan sebagai buron.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh Kompol Syafran pada media mengatakan, Dedi Ilham ditangkap di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu 3 Juni 2017 sekitar pukul 5.00 WIB lalu.

Penangkapan tersebut bermula saat Dedi yang tercatat sebagai penumpang pesawat Lion Air JT 397 melakukan chek-in keberangkatan dan melakukan pemeriksaan scan x-ray.

Aviation Security Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) yang bertugas saat itu mencurigai isi di dalam tas Dedi dan meminta supaya tas tersebut discan ulang.

Di sanalah terungkap, ternyata di dalam tas ransel Dedi terdapat sabu seberat 1,8 kilogram yang dibagi dalam 18 bungkus plastik.

Dedi langsung digelandang ke pos Aviation Security Angkasa Pura II. Selain sabu, petugas juga mengamankan satu unit handphone dan uang senilai Rp 4,6 juta.  Sekira pukul 07.10 WIB, Dedi dan barang bukti diserahkan ke Polresta Banda Aceh.

Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa sabu tersebut adalah milik Doni alias Don (nama panggilan)  yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)  Polresta Banda Aceh.

Tersangka diperintahkan oleh DPO untuk mengantarkan sabu tersebut pada temannya di Pekanbaru dengan upah Rp 30 juta, yang beru diberikan sebanyak Rp 5 juta sementara sisanya akan diberikan saat tersangka tiba di Pekanbaru, ” katanya Syafran.

Tersangka dijerat melanggar Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama seumur hidup atau hukum paling lama 20 tahun penjara.

Untuk berkas perkara atas nama Dedi Ilham akan dilimpahkan tahap I ke Kejari Jantho, ” katanya.

Pemusnahan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin dan turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)  Jantho Murdani, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Banda Aceh Dicky Chandra, Perwakilan Kodim 0101/BS dan perwakilan dari BNNP Aceh dan juga dihadirkan tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *