Polresta Banda Aceh Laksanakan Mou Dengan Instansi Terkait Penerimaan Anggota Polri Polda Aceh T.A 2016

Mou-2Banda Aceh – Menjelang penerimaan Anggota Polri Tahun Anggaran 2016 Polda Aceh, Polresta Banda Aceh bersama lima instansi melaksanakan penandatangan MoU (nota kesepahaman bersama) panitia pembantu (pabanrin) diantaranya Pemerintahan Kota Banda Aceh, Disdukcapil Kota Banda Aceh, Disdikpora Kota Banda Aceh, Dis Kesehatan Kota Banda Aceh dan Kenmenag Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Aula Polresta Banda Aceh Lt II, Kamis, (4/2) 14.00 wib.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SStMk SH sebagai Panita Pembantu (PABANRIN) anggota Polri T.A 2016 Polresta Banda Aceh mendatangani MoU tersebut, sedangkan Pemerintahan Kota Banda Aceh sebagai instansi terkait yang membantu dalam penerimaan anggota Polri ditandatangani oleh Walikota Banda Aceh Hj. ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL, S.E, KA Disdukcapil Kota Banda Aceh Drs. SYAHRULLAH, KA Disdikpora Kota Banda Aceh SYAHRIDIN, S.Pd, Mpd, Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh Dr. MEDIA YULIZAR.MPH dan KA Kenmenag Kota Banda Aceh  Drs. H. AMIRUDDIN, MA.

MoU yang telah ditandatangani Polri dan Instansi terkait, mulai berlaku sejak ditandatangani sampai dengan 3 (tiga) tahun kedepan, serta akan dievaluasi setiap tahunnya. Dalam melaksanakan proses penerimaan, Polri menggunakan prinsip “betah” yaitu : bersih, transparan, akuntabel & humanis. sebagai upaya untuk mendapatkan personel yang berkualitas, beintegritas & berkompetensi dalam melaksanakan tugas.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SStMk SH dalam sambutanya mengatakan diperlukan perencanaan yang matang serta komitmen bersama dalam penerimaan anggota Polri, dengan pengawasan dan pengendalian secara ketat dan terus-menerus di setiap tahapan seleksi penerimaannya.

Bahwa tugas polri sebagai  memelihara kamtibmas dan penegakan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri, untuk itu perlu didukung dengan sumber daya manusia (SDM) Polri yang profesional, berkualitas, berintegritas & berkompetensi.

Sesuai dengan kebijakan Kapolri dalam program quick win nomor 5 (lima) tentang rekruitmen terbuka dalam lingkungan Polri dan nomor 8 (delapan) tentang crash program pelayanan masyarakat.

Kapolresta Banda Aceh juga menyampaikan secara singkat terkait dengan penerapan prinsip betah yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis :

  • Bersih adalah tidak ada celah bagi panitia, pejabat, peserta dan keluarga peserta untuk kkn.
  • Transparan adalah semua tahapan rekrutmen dilaksanakan secara terbuka dibawah pengawasan oleh pengawas internal (sie was dan sie propam) maupun eksternal baik dari lembaga pemerintah/swasta yang kompeten, tokoh masyarakat, tokoh agama, universitas, akademisi, media massa baik cetak maupun elektronik, organisasi masyarakat dan sebagainya.
  • Akuntabel adalah pelaksanaan dan hasil dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horisontal baik kepada pimpinan polri, pemerintah, publik/ masyarakat, orang tua maupun calon peserta itu sendiri.
  • Humanis adalah memperlakukan calon sebagai warga negara yang perlu dilayani dengan baik, sopan dan ramah serta berlaku adil dan tidak diskriminatif selama kegiatan.

“Kita sangat berharap banyak dukungan dari Walikota Banda Aceh terkait kegiatan ini, dimana nantinya dapat memfasilitasi untuk pembinaan pelatihan calon-calon yang berasal dari Banda Aceh, terutama membantu kesiapan calon dibidang kesehatan, psykologi dan kesamaptaan jasmani, dengan harapan tingkat kelulusan dari wilayah Banda Aceh lebih banyak,” Kata Kapolresta.

Penerimaan Polri ini, Polresta Banda Aceh ditunjuk sebagai panitia pembantu penerimaan (pabanrim) sehingga proses yang kita laksanakan hanya pada tahap pemeriksaan awal, berupa :

  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Kelengkapan dan keabsahan berkas administrasi awal berupa :
  1. Identitas diri dan bukti domisili (ktp, kk dan akte kelahiran)
  2. Ijazah baik yang berasal dari sekolah umum maupun keagamaan.

“Saya selaku Kapolresta Banda Aceh tidak akan mentolerir setiap penyimpangan yang terjadi dan akan menindak tegas setiap orang yang akan menodai semangat dan komitmen tanpa pandang bulu kepada siapa saja yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau dalam bentuk apapun, karena orang tersebut adalah calo.”

Kegiatan juga diikuti Waka Polresta Banda Aceh AKBP Drs. Sugeng Hadi S, Para Kabag, Kasat, KAnit serta Kapolesek jajaran Polresta Banda Aceh. (tribratanewsbandaaceh.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *