Polres Aceh Timur Bedah Rumah “Mak” Mayana

hTribratanewsaceh.com – Kendati baru sekarang berjalan, namun program Polisi Peduli yang dilakukan jajaran Polres Aceh Timur harus terus berjalan ke depannya. Tahun 2016 merupakan awal “Program Peubetoi Rumoh” (memperbaiki rumah warga tak layak huni) yang dijalankan Polres Aceh Timur dengan cara merenovasi rumah dari tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi pemiliknya.

Bagi sebagian orang, sosok Polisi menjadi figur yang menakutkan hingga perlu dihindari. Sebaliknya, di mata Mayana (53) warga Dusun Tgk. Unou,Desa Tualang Pateng, Kecamatan Peureulak Timur keberadaan prajurit Bhayangkara merupakan perwujudan dewa penolong yang dikirim Tuhan. Bagaimana tidak, rumahnya yang tidak layak huni, mendadak didatangi rombongan Polisi yang dipimpin langsung Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH dengan didampingi Kasat Binmas Iptu Ernijohn, Kapolsek Peureulak Timur Iptu Masri Aswara, Kapolsek Peureulak AKP Simson Purba, Babikamtibmas Desa Tualang Pateng Brigadir Dede dan Babinsa Desa Tualang Pateng Sertu H Purba, Rabu (03/02) sore.olol'

Kedatangan rombongan Kapolres di tengah hujan lebat tersebut, meminta ijin kepada Mayana untuk membedah rumah yang dihuninya. “Ya Allah, saya sampai menangis mendengar kalimat itu dari Pak Kapolres.” Ungkap Janda lima anak ini.

Menurut Mayana, suaminya meninggal dunia pada tahun 2006 silam. Untuk menyambung hidup, ia menjadi buruh pemetik kelapa sawit milik salah satu warga Desa Tualang Pateng.  Penghasilan yang sangat minim tersebut dimanfaatkan menghidupi lima anak, akibatnya. “Jangankan memperbaiki rumah, buat kebutuhan sehari- hari saja kerap kelabakan”. Ujar Mayana.

Nestapa yang diderita oleh Mayana dan anak- anaknya, menjadi sedikit ringan. Rombongan Kapolres bersama warga setempat, langsung membongkar rumah miliknya. Nantinya, rumah yang sebelumnya terbuat dari papan itu akan dibangun permanen sehingga layak huni dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua minggu ke depan.l

Geuchik Tualang Pateng, Jalaluddin mengatakan, kami tidak menyangka desa kami akan kedatangan tamu setingkat Kapolres, itu di luar perkiraan kami. Apalagi Pak Kapolres dengan tulus dan ikhlas membantu salah satu warga kami dibangunkan rumah. Sulit dipercaya, seperti mimpi rasanya, karena lokasi desa kami di tengah perkebunan, jauh dari pusat perkotaan dan luput dari media. Dengan kehadiran Pak Kapolres, saya mewakili warga Desa Tualang Pateng mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolres beserta rombongan, juga atas bantuan yang diberikan kepada Ibu Mayana. Kata Jalaluddin.

Kapolres mengatakan, apa yang kami lakukan ini semata-mata bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang kurang mampu sekaligus merupakan terobosan baru pada institusi Polri khususnya Polres Aceh Timur. Program ini sejalan dengan program revolusi mental yang sedang digalakkan di tubuh Polri. Semoga “Program Peubetoi Rumoh” ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat  di sini.

“Kedepan kami juga akan mengadakan program serupa, akan tetapi di wilayah lain. Terlebih dahulu kami akan melakukan pendataan kemudian survey, apakah orang tersebut layak mendapat bantuan atau tidak dengan maksud dan tujuan agar bantuan kami tepat sasaran,” terang Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH. (Tribratanewsacehtimur.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *