5 Dpo Pencuri Spesialis Bongkar Jok Sepeda Motor di Tangkap polisi

tribratanewsaceh.com – Personil Opsnal Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus Feddri Situmeang (26), warga jalan Inspeksi Krueng Aceh, Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh, kamis (4/2) sore. Pemuda asal Sumatra Utara ini termasuk orang yang telah lama dicari oleh aparat Polsek Baiturrahman dan Polsek Kuta Alam Banda Aceh terkait serangkaian pencurian yang di lakukan di banyak lokasi.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SStMk SH, melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH, mengatakan,  Fenddi Situmeang merupakan residivis yang telah kerap keluar masuk penjara. Bahkan beberapa kali proses hukuman yang dia jalani, tidak memberi dampak jera bagi dirinya.

Justru setelah beberapa kali keluar masuk penjara Feddri Situmeang semangkin jeli, karena setiap usai melakukan aksinya bersama sejumlah rekanya yang lain dan tertangkap oleh Polisi, Fenddri langsung menghilang dan memilih kabur dari luar kota. “Beberapa bulan lalu ada nasabah BNI yang kehilangan uang  Rp 4,9 juta dari buku tabunganya. Ternyata , setelah dilakukan penyidikan pelakunya Fenddri Situmeang. Mulai saat itu pelaku masuk dalam DPO (daftar pencarian orang),” kata Kasat Reskrim.

Supriadi menjelaskan uang milik nasabah BNI itu raib, lantaran dompet milik korban yang berisi kartu ATM bank setempat serta sejumlah surat laninya jatuh. Hasil penyidikan itulah Polsi mengetahui Ferddri Situmeang pelaku melalui sebuah rekaman CCTV yang berhasil membobol PIN ATM milik korban dengan menguras uang Rp 4,9 juta. “ Pada kesempatan ini kami meminta kepada seluruh masyarakat, agar tidak menggunakan nomor pin pada kartu ATM-nya, seperti tanggal lahir hari pernikahan atau data lainya yang mudah dilacak oleh pelaku ketika menemukan dompet seseorang jatuh,” sebut Supriadi.

Bukan hanya itu saja, lanjut Supriadi, beberapa rekan pelaku yang telah ditangkap dan dikorek informasinya menyebutkan, Fenddri Situmeang merupakan pelaku yang paling banyak berperan, dalam setiap pencurian.

Kasat Reskrim Kompol Supriadi menjelaskan,  pencurian yang dilakukan oleh Fenddri Situmeang bersama 7 orang rekannya, antara lain mengambil barang-barang milik korbanya dari dalam jok sepeda motor dan mengambil tas-tas yang ditaruh sejenak disepeda motor. “biasanya korban meninggalkan tasnya satu atau dua menit saja. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Fenddri Situmeang cs, karena modus pencurian yang mereka lakukan, berkeliling kota dan memasuki kampung-kampung mengincar siapa calon korbanya,” kata Supriadi.

Supriadi merincikan rekan-rekan tersangka yang telah tertangkap masing-masing Amrullah (24), Rian (20), Audi (20), Koko (17), dan Andi (26). Kelimanya tercatat warga Kuta Alam, Banda Aceh dan Faisal alias Pincet (25) warga Mon Ikuen, Kecamatan Lhoknga Aceh Besar. “Seorang DPO lainya atas nama Saleh. Dia dan Feddri terlibat pencurian uang milik seorang perwira TNI sebesar Rp 3,5 juta, diasrama PHB Lampriek. Modusnya juga sama, pelaku mendekat saat korban meniggalkan sejenak tas miliknya diatas sepeda motor,” pungkas Supriadi.

Penangkapan Fenddri Situmeang bersama 5 orang rekan-rekanya itu, lanjut Supriadi Polisi berhasil menyita 30 unit handphone dan sebagian jenis Tap serta 6 unit Laptop. “Sejauh ini mereka hanya mencuri dengan modus korban meninggalkan barang-barangnya di sepeda motor. Tetapi kami masih mendalaminya apa ada kemungkinan mereka ini masuk dalam komplotan penjambret,” demikian Supriadi. (mir)

(tribratanewsbandaaceh.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *