Polres Aceh Timur Tangkap 17 Tersangka Sabu, Selama Operasi Antik Rencong Bandar 2016

tribratnewsaceh.com – Selama berlangsungnya Operasi Antik Rencong Bandar 2016 Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, selama 20 hari, yang terhitung mulai tanggal 04 Februari 2016 sampai dengan 23 Februari 2016 ini terdapat 17 pelanggaran tindak pidana penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 17 orang serta barang bukti 56,57 gram sabu dan ganja 1.670,5 gram.

Sedangkan pada bulan Januari sampai dengan tanggal 03 Februari 2016 atau sehari sebelum dilaksanakan Operasi Antik Rencong Bandar 2016 Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur mencatat terdapat 18 pelanggaran pidana penyalahgunaan narkoba, dengan jumlah tersangka 32 orang, sembilan orang masuk dalam DPO.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya sabu-sabu 40,69 gram dan 23 paket berbagai ukuran. Sedangkan barang bukti ganja sebanyak 170 gram dan tiga paket berbagai ukuran juga 3 butir Extacy.

Kapolres Aceh Timur mengatakan, “jajaran Polres Aceh Timur akan terus menekan penyalahgunaan narkoba yang saat ini dinilai sangat tinggi dan meresahkan masyarakat.” AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas.
“Belakangan ini kejahatan narkoba sudah merambah di kalangan remaja maupun pelajar, sehingga ini akan menjadi tugas kami sebagai pihak kepolisian untuk melakukan pencegahan hingga pemberantasan. Ini terlihat, selama Operasi Antik Rencong Bandar 2016 terdapat tiga remaja yang terlibat dalam kejahatan narkoba bahkan dua diantaranya masih berstatus pelajar.” Ujar Kasat Narkoba.

Untuk menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, Polres Aceh Timur melalui Satuan Res Narkoba, Satuan Binmas, Kapolsek bahkan Bhabin Kamtibmas telah melakukan sosialisasi dan diskusi di sekolah-sekolah, kelompok pemuda dan masyarakat secara umum. Himbauan dan pembinaan kepada siswa sekolah sudah rutin dilakukan pihak kepolisian dengan menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah baik SMP maupun SMA yang dilakukan secara bergilirian mulai dari Kapolres, Wakapolres, Kasat Bimas maupun para Kapolsek.

Kasat menambahkan, “dalam memberantas tindak kejahatan narkoba harus didukung oleh seluruh elemen masyrakat seperti; tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda. Meski demikian, untuk benteng pertahanan awal di kalangan remaja dan pelajar adalah dari keluarga, yang paling mendasar ilmu agama serta akhlak dan budi pekerti. Jika dari dalam keluarga itu kuat pertahanannya niscaya remaja maupun pelajar tidak akan terjerumus di dunia narkoba,” tambahnya.

Sumber : (Humas Polres Aceh Timur –tribratanewsacehtimur.com)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *