Senjata Ilegal Di Aceh Timur di Duga Kuat Sisa Konflik

Tribratanewsaceh.com- Senjata ilegal yang digunakan kelompok bersenjata di Aceh Timur  selama ini diperkirakan senjata sisa masa konflik dulu. Hal itu dikatakan Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH.SIK.MH (Sabtu, 28/02).
Menurutnya, selama ia menjabat sebagai Kapolres Aceh Timur, sedikitnya sudah 13 pucuk senjata diamankan dari sejumlah kelompok bersenjata dan dari masyarakat, yang terdiri 5 (lima) pucuk  laras panjang berbagai jenis dan 8 (delapan) pucuk laras pendek, “Sejak setahun terakhir kita berhasil mengamankan sebanyak 13 pucuk senpi dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur.” Sebut Kapolres.
Saat disinggung, Apakah senjata tersebut,  hasil selundupan  dari luar negeri.? Kapolres dengan tegas menjawab; Bukan, semua senjata yang berhasil kami amankan itu dan kuat dugaan kami adalah senjata sisa konflik, “Meski masih bisa digunakan, namun kondisi senjatanya sudah usang.” Terang Kapolres.
Hingga saat ini pihaknya belum mendapati kasus penyeludupan senjata di wilayah hukum Polres Aceh Timur, “Jangankan untuk senjata, selama ini, semua bentuk penyelundupan seperti bawang, monza dan barang-barang  lainya yang berasal dari luar negeri, kita sikat semua.” Tegasnya.
Untuk pengawasan agar tidak terjadinya penyelundupan semua jenis barang dari luar negeri  di Aceh Timur, kata Kapolres pihaknya terus melakukan pemantauan dan bekerjasama dengan para nelayan serta  panglima laot di seluruh pesisir pantai Aceh Timur, “Bahkan setiap pelabuhan tikus yang ada di Aceh Timur, pihak kita juga menempatkan Bhabinkamtibmas dari Pol Air untuk memantau arus masuknya barang-barang ilegal dari luar negeri.” Ujar Kapolres.
Saat ditanya tentang kasus pembelian senjata yang terjadi baru-baru ini di kawasan Kecamatan Pantee Bidari, Kapolres mengatakan bahwa pelaku penjual senjata tersebut bukan berasal dari Aceh Timur, “Pembelinya warga Sigli, pelakunya warga Langkahan, Aceh Utara, mereka hanya akan melakukan transaksi di wilayah hukum kita, pihak kita juga belum dapat mengamankan senjata yang mau dijual tersebut, namun satu tersangka penjual dan tiga tersangka pembeli berhasil kita amankan dan telah kita serahkan ke Polda Aceh.”
Kapolres menghimbau kepada semua masyarakat Aceh Timur terus menjaga kambtibmas di wilayah hukum Polres Aceh Timur, “Jika ada kelompok bersenjata atau sipil yang menggunakan senjata, untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat. Karena kondisi aman dan kondusif merupakan tonggak utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di segala sektor.” Pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH. (Tribratanewspolresacehtimur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *