Bang Odeng Julukan Polisi Meu Pep–Pep Pidie

456tribratanewsaceh.com – Menyaksikan aksi Bripka Nasruddin,“Polisi Meu Pep-pep Pidie” di Jalanan Kota Sigli dalam menyadarkan pengguna jalan untuk taat berlalu lintas sungguh sangat membahagiakan.

Penggunaan bahasa “Polisi Meu Pep-pep” ini bisa menjadi gaya komunikasi baru yang merakyat yang bisa mendekatkan polisi lalu lintas dengan masyarakat, sekaligus membuat masyarakat semakin sadar untuk taat aturan lalu lintas serta menjaga norma-norma Islam dan Keacehan di jalanan.

Tentu saja, penggunaan bahasa “meu pep-pep” ini sama sekali tidak akan menggurangi kewibawaan polisi. Saya pribadi bahkan menyebut upaya ini sebagai “gaya komunikasi dakwah paling canggih” karena bisa menyampaikan pesan penting dengan bahasa yang menyentil, ringan dan diyakini bisa menyadarkan pengguna jalan untuk taat aturan lalu lintas, karena ketertiban berlalu lintas sesungguhnya adalah ajaran Islam.

Seringkali terdengar “Polisi Meu Pep-pep” juga turut mengingatkan agar pengguna kenderaan tidak hura-hura di jalanan, tidak urak-urakan. Ini sesungguhnya dakwah Islam. Semoga “Polisi Meu Pep-pep” juga hadir di kabupaten/kota lainnya di Aceh, sehingga jalanan kita terpancar “cahaya iman”. Lanjutkan “dakwah”-nya Bang Odeng!

tribratanewspolrespidie.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: