Bijak dalam Berkomunikasi di Media Sosial

Tribratanewsaceh.com – Abad 21 ditengarai dengan populernya media sosial, yang memungkinkan setiap orang dapat terhubung satu dengan yang lain secara mudah, cepat dan akrab. Namun, jika tak hati-hati dalam menggunakannya seperti kata pepatah mulutmu harimaumu berlaku pula pada media sosial.

Berhati-hatilah mengunggah status atau posting di dunia maya khususnya di media sosial. Banyak kasus yang berujung ke pengadilan akibat mengunggah kata-kata kasar di media sosial. Diantaranya kasus yang baru-baru ini menimpa pada seorang ibu rumah tangga, Yusniar, ia menjadi tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri Makassar.

Penyebabnya, Yusniar menulis kata-kata kasar sebagai bentuk kekesalan terhadap oknum anggota dewan yang diduga telah merusak rumah orang tuanya. Yusniar sama sekali tidak menyebut siapa anggota DPRD yang dimaksud.

Ada lagi kasus beberapa tahun yang lalu menimpa Florence Sihombing, mahasiswa pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Gara-gara tak sabar antre di SPBU ia memposting kata-kata kasar mengenai Jogja. Akibatnya, ia diajukan ke pengadilan. Meski sudah berkali-kali meminta maaf, Florence tetap dijerat dengan pasal 27 UU ITE.

Menanggapi fenomena yang terjadi di media sosial sekarang ini ternyata menjadi sorotan presiden kita. Presiden Jokowi dalam beberapa waktu lalu dalam kunjungan kerja ke beberapa organisasi masyarakat menanggapi itu, Jokowi mengingatkan kepada semua pengguna media sosial agar menjaga etika sopan santun dalam mengekspresikan diri di dunia maya.

Bersosial media yang baik dan menjaga etika sopan santun merupakan suatu perilaku yang diajarkan oleh semua Agama, selain untuk meninggalkan postingan yang kurang bermanfaat dan bisa mencegah terjadinya pertengkaran di dunia nyata sebagai akibat kata-kata kasar yang diunggah di media sosial.

Ajakan agar bijak dalam berkomunikasi di sosial media ini juga datang dari Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan SH, MH mengajak semua pihak mendukung semangat menjaga informasi dan publikasi terkait pilkada 2017. Ia mengajak agar semua pihak tidak menjelekkan, memfitnah serta tidak melakukan provokasi yang dapat mengarah pada perpecahan.

Terlebih lagi dalam masa kampanye menjelang Pilkada serentak 2017 mendatang diharapkan semua pihak yang terlibat, dalam melakukan kampanye di sosial media agar dapat menciptakan suasana aman dan kondusif khususnya di Provinsi Aceh. [Mukmin]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *