Brimob dan Tni Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Nagan Raya

Tribratanewsaceh.com – Nagan Raya, Personil Satbrimob Polda Aceh beserta aparat TNI Kodim dan Masyarakat sekitar melakukan pemadaman kebakaran hutan yang terjadi di Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Nagan Kabupaten Nagan Raya, Kamis (27/07/2017).

Sebanyak satu peleton Brimob dari Kompi 3 Batalyon C Pelopor dikerahkan oleh Satbrimob Polda Aceh untuk dapat membantu masyarakat dalam memadamkan api yang melahap lahan gambut milik salah seorang warga Desa Suak Puntong di Kecamatan Kuala Nagan Kabupaten Nagan Raya.

Komandan satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Norman Widjajadi, Sik melalui Danki Brimob Nagan Raya AKP Usman, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat yang melapor bahwasanya telah terjadi kebakaran hutan di Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Nagan Kabupaten Nagan Ray, pihak nya langsung mengutus unit reaksi cepat tanggap darurat untuk terjunkan ke lapangan guna melakukan tindakan pemadaman api di lahan tersebut, kata Usman.

Usman juga menambahkan, berbekal dengan alat seadanya para personel Brimob yang juga turut dibantu aparat TNI dan masyarakat berusaha keras untuk dapat memadamkan api yang telah melahap lahan gambut seluas 10 Hektare area.

Selama kurang lebih empat jam, sekitar pukul 12.15 Wib api baru dapat dipadamkan, lamanya pelaksanaan pemadaman dikarenakan lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga api sangat susah untuk dipadamkan, apalagi pemadaman hanya menggunakan alat seadanya seperti ember yang diisi air/pasir, ranting dan dahan pohon,” ujar Usman.

Hingga kini, motif kebakaran lahan gambut milik warga tersebut masih menjadi misteri, apakah itu terjadi karena faktor alam, atau sengaja dibakar oleh orang tidak bertanggung jawab dan ada juga yang menduga karena Human Error, seperti membuang puntung rokok sembarangan.

Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Norman Widjajadi, Sik juga menghimbau kepada warga terkait dengan masalah kebakaran hutan atau lahan gambut yang marak terjadi akhir-akhir ini. Hutan semesti nya bukanlah menjadi tanggung jawab Polri atau aparat TNI sepenuh nya dikarenakan sudah ada instansi terkait yang menangani nya, akan tetapi karena didorong oleh rasa tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan tuhan, sudah semesti nya hutan harus kita jaga dan kita lestarikan bersama-sama, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga hutan ini, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *