CEKCOK DENGAN SANG ISTRI, SEORANG PRIA DI TEMUKAN GANTUNG DIRI

, warga Kampung Suku Wih Ilang Kecamatan Bandar dikejutkan dengan penemuan mayat gantung diri di dalam rumah, diketahui korban gantung diri tersebut bernama AM (44) warga kampung Suku Wih Ilang Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Kamis 06 Agustus 2020 pagi

Menurut keterangan saksi HASMAINI (25) yang juga warga Kampung Suku Wih Ilang selaku adik korban,sekira pukul 07.30 wib mendatangi rumah korban dengan anak kandung korban, anak korban NM (15) mencoba mengetok pintu bagian depan namun tidak dibuka, selanjuta mengetok pintu gudang namun tetap juga tidak dibuka, kemudian NM (15) membuka pintu gudang dengan cara mencungkil dengan memggunakan pisau dan berhasil terbuka, kemudian masuk sesampinya di pintu bagian tengah pintu juga dalam keadaan terkunci dari dalam,.

kemudian NM mencungkil pengunci tersebut dan berhasil terbuka, kemudian langsung berjalan menuju kamar belakang dan melihat orang tuanya telah dalam keadaan tergantung lehernya dengan tali dan melihat banyak darah dibagian kaki dan NM berteriak sehingga Hasmaini (25) terkejut dan bertanya ada apa? ” ama (ayah) sudah tergantung Jawab NM” dan kemudian Hasmaini juga sempat melihat korban yang posisinya telah tergantung juga melihat banyaknya darah di bagian kaki korban.

Anak korban NM menangis isteris dan Hasmaini juga menjerit histeris, sehingga tetangga dan masyarakat berdatangan kerumah korban.

Pukul 08:30 Wib Tim Inafis Polres Bener Meriah yang dipimpin oleh KBO Sat Reskrim IPDA SUCI, S.H. melakukan identifikasi dan olah TKP setelah mendapat informasi dari reje Kampung Suku Wih Ilang, dari hasil yang di temukan di TKP :

Ditemukan darah menggenangi tempat tidur dan ibu jari kaki sebelah kanan dalam keadaan terluka diperkirakan akibat di gigit hewan ( tikus ), 3 Unit Hendpone berada di dekat korban 1 unit handpone nokia TA 1174, 2 unit handpone OPPO warna gold, Tali yang digunakan korban untuk bunuh diri berupa tali plastik warna hitam dengan 7 ( tujuh ) lapis dan dengan ikat simpul hidup.

Kemuadian korban di bawa kepuskesmas Bandar untuk dilakaukan pisum oleh tim medis selanjutnya di makamkan oleh pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan dari anak korban NM dan Reje Kampung Suku Wih Ilang ,Pada hari selasa 04 Agustus 2020 sempat terjadi cekcok antara korban dengan istrinya, namun sudah dilakukan mediasi oleh reje Kampung dengan hasil kesepakatan untuk sementara istri korban tinggal di rumah orang tuanya yang terletak di Kampung delung Tue Kecamatan Bukit Kabupetn Bener Meriah, Namun saat dimediasi korban terlihat lebih banyak diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *