Dalam Upaya Menjaga Keutuhan NKRI, Ditpolairud Polda Aceh Sosialisasikan Bahaya Paham Radikal dan Anti Pancasila di Salah Satu Pulau Terluar Indonesia

Tribratanewsaceh.com –Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Aceh menggelar acara temu ramah bersama masyarakat di salah satu pulau terluar dalam kawasan wilayah NKRI tepatnya di Desa Gugop, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Jum’at (04/05/2018) pukul 08.30 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Quic Wins Polri tentang Penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila.

Dalam acara ini turut dihadiri Geuchik (Kepala Desa) Desa Gugop, Kapolsek Pulo Aceh, Panglima Laot, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat Nelayan/pesisir dari beberapa desa disekitar.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Patroli Daerah Ditpolairud Polda Aceh AKBP. M. Yusuf yang didampingi Ipda Rahmad dan beberapa personel Dit Pol Airud Polda Aceh.

Dir Polairud Polda Aceh Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro yang diwakili oleh Kasat Trolda mengatakan Kegiatan ini sengaja kita laksanakan di Kecamatan Pulo Aceh karna Pulau ini merupakan salah satu Pulau terluar di wilayah NKRI, diharapkan agar masyarakat setempat tidak terpengaruh oleh paham radikal dan anti Pancasila demi terjaganya keutuhan NKRI di Negara kita.

Dalam kesempatan ini Kasat Patroli Daerah menyampaikan materi tentang bahaya radikalisme, upaya pencegahan radikalisme,  Harkamtibmas, semangat NKRI, budaya Bangsa Indonesia gotong royong serta musyawarah mufakat, pencegahan/daya tangkal terhadap masuknya paham2 radikal dan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan Polmas.

Setelah dilaksanakan Acara Sosialisasi, kegiatanpun dilanjutkan dengan  penyerahan sarana kontak berupa 40 buah paket Sembako, Life buoy sebanyak 10 buah, Bendera Merah Putih sebanyak 20 buah dan teks Pancasila sebanyak 40 lembar yang diterima para Geuchik dan Tgk Imum Gampong serta para pemuda gampong setempat.

Pemberian sarana kontak ini adalah sebagai bentuk soliditas terhadap masyarakat dan anggota Polri dalam mewujudkan Polisi yang lebih humanis dan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *