Diduga Adanya Penggelapan Aset Perusahaan, Sat Reskrim Polres Lhokseumawe Lakukan Penyelidikan

tribratanewsaceh.com – Sat Reskrim Polres Lhokseumawe mulai mengusut dugaan adanya penggelapan aset perusahaan berupa limbah besi dari dalam Depot Pertamina Regional II Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Rizkian Adrian, Minggu (25/11/2018) mengatakan, terkait proses hukum terhadap dugaan tindakan penggelapan aset perusahaan tersebut sedang didalami oleh pihaknya.

Dirinya menyebutkan, kasus tersebut akhirnya harus diselesaikan melalui jalur hukum menyusul sejumlah para pemuda binaan Depot Pertamina di Desa Hagu Teungoh telah melaporkan kasus penggelapan aset perusahaan ke Mapolres Lhokseumawe yang diduga dilakukan oleh oknum dan petugas keamanan setempat pada Jumat (16/11) lalu.

Sementara itu Kepala Pemuda Hagu Teungoh Ismed menyebutkan, seharusnya apapun aktifitas pekerjaan lepas dalam Depot Pertamina melibatkan warga binaan untuk mendapat peluang kesejahteraan.

Namun ironisnya, selama ini warga lingkungan tidak pernah dilibatkan dan hanya menonton aktifitas pekerjaan yang langsung ditangani sendiri oleh pihak dan oknum perusahaan setempat.

Padahal terkait aset perusahaan yang sudah bekas pakai seperti limbah besi tentunya sudah menjadi aset negara yang sepatutnya bisa dimanfaatkan dengan cara dilelang oleh negara. Sehingga bila tanpa melalui proses pelelangan tentu hal itu dianggap illegal atau sarat terjadinya penggelapan aset perusahaan yang sudah menjadi milik Negara.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Ismed dan lima pemuda lainnya mengaku telah mengantongi bukti kuat saat aset berupa limbah besi yang diangkut dengan sejumlah mobil Pick Up dibongkar muat di tempat penampungan barang bekas.

“Kita punya semua bukti dan sempat mengabadikan foto aset perusahaan tersebut saat sedang dibongkar muat di salah satu penampungan barang bekas,” ujar Ismed.

Sementara itu, pihak Depot Pertamina Muhammad Setiawadi sebelumnya kepada sejumlah wartawan membantah tudingann adanya penggelapan aset perusahaan setempat.

Namun pihaknya mengaku dengan alasan sengaja melakukan bongkar muat barang berupa limbah besi itu untuk dipindahkan sementara ke tempat penampungan barang bekas agar bisa melakukan pembersihan areal Depot Pertamina yang sudah penuh dan kotor.

“Benar aset-aset itu kita bawa ke luar, tapi hanya untuk dipindahkan sementara saja ke tempat penampungan barang bekas untuk pembersihan area,” pungkasnya.

Akan tetapi, karena warga setempat sudah membuat laporan ke Mapolres, kasus dugaan penggelapan aset tersebut masih terus didalami oleh pihak Kepolisian hingga menemukan sejumlah titik terang nantinya, apakah benar ada terjadinya kasus penggelapan atau hanya kesalahpahaman belaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *