Diduga Menipu Warga Simeulue, Anggota DPRA Terpaksa Dipolisikan

tribratanewsaceh.com – Seorang anggota DPRA dari Fraksi Partai Golkar berinisial WI, dilaporkan ke Polresta Banda Aceh karena diduga telah melakukan penipuan terhadap warga Simeulue yang diiming-imingi akan diluluskan untuk masuk ke sekolah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sekitar tahun 2015. Tapi nyatanya, janji itu tak kunjung terwujud, meski kedua korban sudah menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah.

Kedua warga Simeulue yang melaporkan WI ke Polresta pada Maret 2017 lalu adalah As dan Ja. Kedua korban melapor ke Polisi, karena WI belum mengembalikan uang ratusan juta rupiah yang telah diserahkan kepadanya untuk mengurus kelulusan anak As dan anak Ja di IPDN.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto S.H melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK, membenarkan bahwa ada dua korban yang telah berjanji manis WI yang melapor ke Polresta. “Laporan itu sudah lama, sekitar Maret 2017, sebelum saya masuk ke Polresta,” kata Taufiq yang dihubungi Serambi, Kamis (1/2) siang.

Kasus dugaan penipuan ini, kata Taufiq, akan diproses. Saat ini penyidik masih melengkapi keterangan para saksi. “Kalau semua saksi sudah dimintai keterangannya, baru selanjutnya kita panggil terlapor,” pungkas Taufiq.

Dugaan penipuan yang dilakukan WI, anggota DPRA yang dilantik Desember 2016 lalu itu, sebelumnya juga telah diadukan ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRA oleh As dan Ja, sekitar lima bulan lalu.

Ketua BKD DPRA, Tgk Akhyar Rasyid yang dihubungi Serambi, membenarkan telah menerima pengaduan dari kedua korban yang mengaku ditipu WI sampai ratusan juta rupiah.

Bahkan WI, kata Akhyar yang telah dipanggil pascalaporan ke dua korban pada waktu itu, telah berjanji akan mengembalikan seluruh uang kepada As dan Ja dalam masa tiga bulan. Tapi, telah memasuki bulan kelima, WI belum mampu melunasi seluruhnya.

Menurut Akhyar Rasyid, pihaknya masih memberi tenggang waktu serta toleransi kepada WI agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dengan para korban.

Meski demikian, lanjutnya, atas kejadian itu pihaknya telah menggelar rapat dan menyampaikan hal tersebut ke Fraksi Golkar di DPRA. “Tapi, saran saya coba diselesaikan dulu secara kekeluargaan. Karena, yang bersangkutan akan melunasinya dan proses pembayarannya sedang berjalan. Tapi, bagaimana pun tetap tergantung pada Fraksi Golkar dalam bersikap,” pungkas Akhyar.

Ketua Fraksi Golkar Golkar di DPRA, Zuriat Suparjo yang dihubungi Serambi mengatakan, dugaan penipuan yang dilakukan WI terjadi jauh sebelum yang bersangkutan dilantik menjadi anggota DPRA.

WI baru dilantik Desember 2016, menggantikan Yuniar SP di sisa masa jabatan, dari daerah pemilihan (Dapil) Langsa dan Aceh Tamiang. Meski demikian, apa yang telah dilakukan WI tetap ‘menyeret’ nama baik Partai Golkar. Oleh karena itu, pihaknya telah menyerahkan ke BKD DPRA, karena sudah menjadi ranahnya dalam menyelesaikan kasus itu. “Iya, kita tetap menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kita juga mendorong yang bersangkutan segera menyelesaikannya. Tapi, di sisi lain kita juga menunggu petunjuk BKD. Setelah ada keputusannya seperti apa, baru kami tindak lanjuti menurut petunjuk elite partai,” sebutnya.

Ia juga bersaran agar WI tetap aktif bertugas sebagai wakil rakyat sambil menyelesaikan secara gentleman persoalan yang membelitnnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *