Ditkrimsus Polda Aceh Segera Limpahkan Kasus Korupsi Jalan di Agara

Tribratanewsaceh.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh telah menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jalan dua jalur di Aceh Tenggara tahun 2011.

Kasus tersebut sudah lengkap (P21) dan selanjutnya empat tersangka dan sejumlah barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh.

 

“Berkas perkara kasus ini berikut empat tersangka akan kita kirim atau kita limpahkan ke Kejaksaan tinggi Aceh minggu depan atau pada Selasa 7 Mei mendatang,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol T Saladin SH, kepada sejumlah wartawan, jum’at (3/5/2019).

Keempat orang tersebut adalah, ST dari PT Jiban Aman Sentosa, MH dari PT Multi Bangun Cipta Persada, KH dari PT Gayotama dan SM selaku Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Bina Marga Cipta Karya Agara.

 

Saladin menyampaikan hal itu sekaligus untuk mengklarifikasi keterangan dari kuasa hukum ST dan MH, Shalatuddin SH, yang memepertanyakan kemana lagi seorang yang juga ikut terlibat dalam kasus proyek jalan dua jalur tersebut, dan kenapa hanya tiga orang yang ditahan. Untuk diketahui ketiganya diamankan Polisi senin (30/04/2019).

 

Saladin menjelaskan, ada empat tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut. Namun, saat ini kami baru menahan tiga tersangka, karena satu lagi atas nama CA sedang sakit dan berada di luar Aceh. Pengacara untuk tersangka CA, kata saladin, juga sudah mengirim surat ke Kajati Aceh untuk penundaan pelimpahan dan diberi waktu untuk hadir sendiri ke Banda Aceh.

 

“Perlu kami jelaskan, kasus ini pengacaranya ada beberapa orang. Nah, untuk satu lagi tersangka yangbelum ditahan atas nama CA, saat ini pengacaranya sedang sakit dan pengacaranya sudah kirim surat ke kajati Aceh. Dia nanti akan datang pada tanggal 6 Mei, posisinya di luar Aceh,” kata Saladin.Saladin juga menjelaskan, pembangunan jalan dua jalur tahun 2011 yang proyek pengerjaannya berlanjut itu dibiayai oleh APBN 2011 dengan anggaran Rp 19,5 Milyar, APBA 2011 Rp 24,8 Milyar dan APBN tahun 2012 dengan total 17,8 Milyar. Menurut Saladin kerugian negara dalam kasus korupsi tersebut mencapai Rp 6 Milyar.

 

“Kerugian mencai Rp 6 Milyar. Proyek pengerjaan jalan dua jalur ini tidak sesuai spek, kita juga telah menghadirkan ahli dalam penyidikan kasus ini. Proyek jalan dua jalur ini mulai dari Kuta Cane, Aceh Tenggara hingga batas Provinsi Sumatera Utara,” ujar Saladin.

 

Saladin juga mengatakan, para tersangka kasusu pembangunan infrasruktur jalan dua jalur itu terjerat dengan UU Nomor 31 tahun 1999 sebagai mana di ubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 Tentang tindak pidana korupsi Jopasal 55 dan 56 KUHP.

 

“Para tersangka terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” kata Kombes Pol Saladin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *