Ditreskrimsus Polda Aceh Berhasil Tangkap Dua Pelaku Usaha Mie Berformalin

tribratanewsaceh.com – Dua orang pelaku yang diduga memproduksi mie basah dengan memakai bahan formalin di Aceh besar akhirnya ditangkap Polisi. Pelaku mengaku sengaja memakai bahan berbahaya tersebut agar mie produksi nya dapat bertahan lama serta tidak mudah putus.

Pengungkapan kasus mie dengan menggunakan formalin ini berawal dari informasi yang diperoleh Polisi dari laporan warga. Berbekal informasi yang di peroleh tersebut, anggota Subdit I / Indagsi Ditkrimsus Polda Aceh selanjutnya bergerak untuk melakukan pengecekan ke ke toko yang memproduksi mie basah di beberapa tempat di kawasan Lambaro, Aceh Besar, pada beberapa hari yang lalu.

Setelah dilakukan pengujian awal dengan test kit formalin, beberapa sampel mie tersebut diketahui positif mengandung bahan berbahaya. Dan Polisi akhirnya menciduk dua orang masing-masing berinisial M (56) dan W (39).

Hasil pemeriksaan pemilik pabrik dia mengaku sengaja memakai formalin dalam mie yang dibuatnya. Penggunaan formalin ini dilakukan saat pengrebusan mie dan tujuannya agar mie dapat menjadi lebih tahan lama, tidak mudah basi serta tidak mudah putus,” kata Dirkrimsus Polda Aceh Kombes Erwin Zadma dalam konferensi pers di Mapolda Aceh yg di dampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar, S.H, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, mie basah tersebut dijual pelaku ke penjual mie goreng dan mie bakso di wilayah seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar. Pelaku mendapat bahan berbahaya tersebut dari seseorang yang datang ke tokonya.

Namun pelaku mengaku tidak mengetahui nama orang yang menjual formalin tersebut,” jelas Erwin.

Erwin mengungkapkan dampak buruk bagi kesehatan jika mengkonsumsi mie berformalin secara berulang-ulang di antaranya yaitu sakit kepala hingga sesak nafas kronis. Pelaku diketahui sudah memproduksi mie berformalin selama setahun.
Akibat perbuatannya tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal 136 huruf b Undang-undang tentang pangan.

Dalam kasus tersebut, selain mengamankan dua orang tersangka, Polisi juga menyita sebanyak 103 Kilogram mie basah yang diduga mengandung formalin. Polisi juga menyita satu botol sampel air rebusan mie yang diduga mengandung formalin.

Perbuatan pelaku dapat membahayakan kesehatan konsumen dalam waktu jangka panjang,” ungkap Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *