Jaga Lisan

whatsapp-image-2016-08-25-at-13-09-54

Ustadz Achmad

Di erat modern dengan berbagai media internet dan media sosial yang ada di dalamnya, seperti Facebook, Instagram, Twitter atau yang lainnya, sering sekali ditemui ucapan-ucapan yang tidak baik bertebaran. Omongan yang sama sekali jauh dari akhlak dan sikap seorang mukmin sejati.

Macam-macamnya menjaga ucapan dari hal yang tidak baik yaitu tidak menyakiti, mencaci maki, menghina, mengumpat, memfitnah, memecah belah, berkata-kata keji dan mengucapkan kata-kata kotor kepada orang lain, seperti diisyarakatkan pada hadits di bawah ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor.” (HR Al-Bukhari). Setiap mukmin dituntut untuk selalu menjaga dan mengontrol segala perilaku, tingkah laku, tindak-tanduk, sikap dan ucapan dari hal-hal yang tidak baik.

Dunia internet yang mestinya dimanfaatkan untuk menebarkan kebaikan, seperti berdakwah online, saling menasehati dalam kebaikan, malah menjadi ajang menebarkan keburukan melalui ucapan tidak baik. Bahkan, ironisnya, seringkali apa yang terjadi di dunia maya berlanjut ke dunia nyata.

Ada orang yang saling menghina di Facebook misalnya, kemudian berlanjut menjadi pertengkaran fisik di dunia nyata. Atau, gara-gara fitnah, informasi yang tidak benar, terjadi perpecahan yang tidak ada manfaatnya dan tidak produktif bagi kemajuan umat.

Keamanan masyarakat tidak kondusif lagi, umat disibukkan dengan perdebatan yang kadang tidak argumentatif, lepas kontrol, emosi berapi-api, hingga melupakan hal-hal penting yang seharusnya lebih baik dilakukan.

Padahal sangat jelas Rasulullah SAW pada hadits di atas mengingatkan orang mukmin untuk menjaga ucapan, dimanapun meraka berada atau dalam situasi apa pun.

Dengan kata lain, seharusnya orang mukmin berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara, jangan sampai ucapannya menyinggung perasaan orang lain atau berpotensi konflik. Harus menjaga etika dalam ucapan. Karena, ucapan yang dikeluarkan dari mulut seorang mukmin cerminand ari isi hati. Hati yang bersih akan selalu mengeluarkan kata-kata yang bersih juga. Sebaliknya, hati yang busuk dan kotor akan melahirkan ucapan yang busuk dan kotor pula.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu berbicara suatu omongan yang diridai oleh Allah, ia tidak tahu bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Allah mencatat untuknya bahwa ia akan memperoleh keridaan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya. Dan sesungguhnya seorang itu berkata dengan suatu perkataan yang menjadikan kemurkaan Allah, ia tidak tahu bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Allah mencatatkan untuknya bahwa ia akan memperoleh kemurkaan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya.” (HR Malik dan At-Tirmidzi).

Seorang mukmin akan senantiasa menjaga ucapan dari perkataan buruk dan kotor. Begitu seharusnya yang dilakukan seorang mukmin sehingga Allah kelak akan memberikan keridaan-Nya di akhirat karena ucapan-ucapan baiknya. [Achmad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *