Jaksa Dakwa Pria Pencaci Anggota Lantas Polresta Banda Aceh

tribratanewsaceh.com – Kejaksaan Negeri Banda Aceh mendakwa Evad bin Ibnu Ibrahim (40), penjaja brownis keliling yang memaki Polisi pada malam tahun baru 2017, melanggar Pasal 207 dan Pasal 212 KUHPidana karena telah melakukan kejahatan terhadap penguasa umum.

Dakwaan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mursyid pada sidang perdana kasus itu yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Rabu (29/3/2017).

dikutip dari beritakini.co Mursyid mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Januari 2017 sekira pukul 00.05 WIB  di depan toko Zippy-Zippy Jalan Ahmad Yani II, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Saat itu, katanya, saksi korban Adi Suriyono sedang bertugas mengatur jalan. Kemudian, sekira pukul 00.05 WIB, saat Lonceng Gereja Hati Kudus berbunyi dan mobil penerangan keliling Dikyasa Lalu Lintas sedang menghimbau agar tidak parkir di badan jalan di seputaran Simpang Lima dan Jembatan Pante Pirak, tiba-tiba datang terdakwa dengan mendarai mobil KIA BL 1023 LP dan memarkirkan mobilnya di badan jalan.

Kemudian, saksi korban Adi Suriyono menghampiri terdakwa dan melarang terdakwa parkir di tempat tersebut, karena mengganggu arus lalu lintas dan tempat tersebut adalah area larangan parkir.

Namun, larangan tersebut direspon terdakwa dengan memarah-marah dan mengatai saksi korban dengan perkataan kotor.

“Adi setan, ku pecat kau, pangkat Peltu pun sombong,” ujar Mursyid menirukan beberapa perkataan makian Evad.

Mendapat respon demikian, saksi korban hanya bergeming, Namun terdakwa menarik baju dan tangan saksi korban seraya mengatakan, “kau pukul aku duluan, ku pecat kau Adi.”

Selanjutnya saksi korban pergi meninggal terdakwa. “Oleh karena itu perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 207 dan Pasal 212 KUHPidana,” kata Mursyid.

Perilaku Evad itu ternyata direkam oleh wartawan. Beritanya pun tersebar lengkap dengan video Evan memaki-maki petugas tersebut.

Sementara itu, usai mendengar dakwaan, hakim langsung memintai keterangan para saksi dalam kasus tersebut, yang terdiri dari wartawan yang merekam aksi tersebut, saksi korban dan beberapa polisi lainnya yang berada di lokasi malam itu.

Sementara kepada majelis hakim yang diketuai Nani Sukmawati dan didampingi Eti Astuti dan Sayed Kadhimsyah, Evad mengaku mengamuk karena Adi Suriyono menghinanya dengan setengah berbisik dan dengan mimik wajah nyeleneh.

“Kamu suka ya dengan bunyi lonceng gereja itu,” kata Evan menirukan ucapan Adi malam itu.

“Menurut saya dia menghina saya, saya katakan kalau ngomong yang sopan kemudian saya kejar dia.”

Antara Evad dan Adi Suriyono sempat diminta untuk saling memaafkan dengan saling merangkul.

“Semoga tidak terulang lagi, jangan seenaknya berkata-kata kasar. Namun, permintaan maaf ini bukan berarti proses hukum terhenti,” kata Hakim Ketua Nani Sukmawati.

Sidang akan dilanjutkan Rabu 5 April 2017 mendatang dengan agenda mendengar keterangan terdakwa.(*)

Sumber : www.beritakini.co

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: