Jauhi Kebencian, Jadilah Pribadi Pemaaf

whatsapp-image-2016-08-25-at-13-09-54

Ustdz Achmad

Energi kebencian dan kemarahan ibarat api yang berkobar-kobar bisa menyulut api permusuhan. Tak hanya itu, kemaharan yang timbul dari perdebatan akan merusak jalinan persaudaraan.

Tidak sedikit seseorang setelah meluapkan kemarahan, maka kesadaran pun datang. Dan, banyak yang menyesali kemarahan setelah tahu bahwa dampak dari kemarahan dan kebencian begitu fatal.

Menahan marah dan menjadi pribadi yang mudah memaafkan kesalahan orang lain tentu tidak mudah. Namun, justru hal itu merupakan buah dari keimanan dan ketaqwaan yang sangat ridhai Allah SWT.

Dalam Alquran Allah berfirman :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS ali Imran: 133-134)

Pribadi pemaaf yang mudah memaafkan kesalahan orang lain akan menjadi penyebab dirinya tak mudah melampiaskan marah. Pribadi yang dapat menahan marah dan sangat ringan memaafkan orang lain telah dijanjikan surga. Mereka menjadi pribadi yang dicintai Allah SWT, para Malaikat dan manusia.

Semoga kita termasuk hamba yang mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Semoga diri kita menjadi pribadi pemaaf dan dijauhkan dari berbagai bentuk kejahatan dan permusuhan. [Achmad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *