Kapolresta Banda Aceh Jadi Narasumber Program Halo Kamtibmas Di Aceh TV

tribratanewsaceh.com – Dalam mengantisipasi merebaknya wabah Virus Corona di Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh telah membentuk Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) yang salah satunya adalah Polresta Banda Aceh. Talk show ini bertemakan Peran Polri Memutus Mata Rantai Covid -19.

Kombes Pol Trisno Riyanto, SH selaku Kapolresta Banda Aceh dalam Talk Show Program Halo Kamtibmas di Studio Aceh TV mengatakan, Polresta Banda Aceh tetap mengacu perintah dari Pimpinan Polri Kami.

“Kami saat ini sedang melaksanakan Operasi Aman Nusa II 2020. Polda Aceh bersama unsur terkait kemarin telah menyemprotkan beberapa fasilitas umum di Banda Aceh dan juga di tempat kita Fasilitas Polri dengan menggunakan Armada Water Canon serta Armada Pemadam Kebakaran,” sebut Trisno.

Disamping itu, dengan rencana Polda dan Polresta Banda Aceh sinergitas ini terlaksana dalam Gugus Tugas di Kota Banda Aceh, bersama – sama TNI dan unsur yang terkait. Dalam gugus tugas ini, selain penyemprotan disinfektan juga mengimbau untuk kurangi berpergian, jaga jarak dan kurangi berkumpul, hal ini akan mencegah menyebarnya virus corona, ujar Trisno Riyanto.

Apabila ada warga masyarakat belum mengindahkan, itu adalah belum memahami dan belum mengerti bagaimana untuk jaga jarak, antara diri sendiri dengan orang lain dan tentunya terus dilakuka sosialisasi, tambahnya.

“Kerjasama dengan gugus tugas dan ini juga dikuatkan oleh Bhabinkamtibmas, personel Sabhara dan unsur lainnya dalam mengimbau agar mematuhinya. Kepolisian selalu memberikan contoh seperti berjemur setiap hari, olahraga dengan menjaga jarak dan lainnya dan apabila ada yang memasuki perkantoran Polisi, baik personel maupun warga masyarakat, kami sudah siapkan SOP diantaranya pemeriksaan suhu badan, sterilisasi kenderaan dan lainnya” kata Kaporesta Banda Aceh lagi.

Saya mengimbau, jangan ada karantina wilayah, secara Nasional sudah diterbitkan PP 21 oleh pemerintah, apa yang dilakaukan oleh masyarakat adalah baik – baik saja, jangan egois dalam melakukan pemeriksaan dan pengecekan, ini harus komunikatif dengan perangkat gampong dalam penutupan akses keluar masuk. Tentunya ini harus ada komunikasi yang baik antara warga masyarakat dengan aparat keamanan.

Kami bersama Forkopimda Banda Aceh, tetap melakukan himbauan kepada masyarakat dengan prinsip yang telah saya sampaikan tadi. Ada salah satu hal jangan sampai menghambat ekonomi masyarakat, dan tentunya akan mendapatkan pekerjaan yang baru bagi kami, tutur Trisno lagi.

Untuk sekarang, tidak ada lagi yang dimaksud dengan lockdown, dan kami menghimbau beberapa hal dengan berbagai cara, kita tetap menghimbau dengan media sosial Baliho, pemberitaan dan lainnya, tambah Kapolresta.

Untuk pembatasan jam malam, lanjutnya, ini harus dipahami betul, dan jangan terlalu panik dan apabila menerima informasi harus dengan bijak, pikirkan dengan baik dan mengambil tindakan dengan baik. Untuk jam malam adalah kebijakan dari Forkopimda Aceh dan tentunya ada evaluasi, apakah dilanjutkan atau dikurangi jam malamnya.

Sebagai Kapolresta, kami harus mengikuti arahan Pimpinan dan perintah dari Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Kota.

“Untuk harga sembako di Banda Aceh masih stabil, terkecuali gula yang saat ini masih langka. Dan ini hasil koordinasi stok bahan pokok sampai Bulan Puasa nantinya masih ada,” kata Kapolresta lagi.

Apabila warga masyarakat dalam memberitakan sesuatu yang membuat kepanikan warga jangan sampai melanggar hukum dan ini tentunya akan diperiksa dan tugas kami nantinya supaya informasi tersebut disampaikan secara benar serta kita akan melakukan patroli cyber dan sepanjang ini belum ada berita – berita yang tidak baik, katanya lagi.

Kita juga memiliki tenaga medis, dan di Banda Aceh akan terus dipersiapkan dan ini merupakan wewenang Polda Aceh dan Paur Kesehatan Polresta dengan melaksanakan pelatihan – pelatihan bagaimana tata cara memutuskan mata rantai virus covid – 19.

Di Banda Aceh, sesuai data yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Covid 19 di Posko, korban yang sudah positif mencapai 5 orang, dengan adanya gugus tugas melakukan penyemprotan, perstabilan harga pangan dan sosialisasi kepada warga masyarakat, Inshaa Allah kita akan baik – baik saja, tuturnya lagi.

“Saat ini, kami telah menghentikan pengurusan izin keramaian dan beberapa pelayanan seperti pengurusan SIM, SKCK telah kami batasi guna menghindari hal yang tidak diinginkan, tambah Trisno.

Dari Program Kepolisian, kita tetap akan menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar mematuhi apa yang dikatakan oleh Pemerintah, dan jangan berkumpul untuk sementara ini. Disamping ini juga ada perkampungan yang saat ini dilakukan penutupan jalan, lakukan dengan baik tanpa berkumpul.

“Kalau kita melakukan himbauan kepada masyarakat, sampaikan secara Senyum, Sapa, Salam, dan ini sesuatu kebijakan, dan apabila ada anggota saya yang melakukan diluar tersebut, maka kami akan mengambil tindakan”, pungkas Kapolresta Banda Aceh.

Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Banda Aceh, jangan panik dan lakukan budaya bersih, berdoa kepada Allah, jika tidak ada kepentingan yang sangat penting, lebih baik berdiam saja dirumah dan selalu jaga jarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *