Kombes Pol T.Saladin “Satukan” Dua Pasang Calon Bupati Aceh Besar

201609072158432016090721584720160907215852tribratanewsaceh.com – Dua kubu pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Besaryang maju dalam pilkada 2017, menggelar pertemuan dengan Kapolresta Banda Aceh, Rabu (07/09/16). Pertemuan yang berlangsung di Aula Makdum Sakti Mapolresta setempat itu turut dihadiri kedua pasangan calon yakni Saifuddin Yahya-Juanda Jamal dan Mawardi Ali -Tgk H Husaini (Waled Seulimeum).

Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin SH mengatakan, selain ajang silaturahmi pertemuan membahas berbagai kemungkinan menjelang dan saat pemilihan kepala daerah. Pertemuan diharapkan mampu menekan berbagai tindakan yang dapat menggangu ketertiban dan keamanan.

“Pemilu merupakan moment paling rawan terjadinya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Untuk itu hari ini saya mengumpulkan tim sukses serta kader dari masing masing pasangan untuk duduk bersama,”kata Kapolresta T Saladin SH.

Menurut Saladin, inisiatif mempertemukan kedua kubu pasangan tersebut mengingat sekitar 10 kecamatan di Aceh Besar masuk dalam wilayah polresta Banda Aceh.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 10.30 Wib dihadiri puluhan massa dari kedua pasangan calon. Turut hadir pejabat utama dijajaran Polresta Banda Aceh, Kapolsek, dan Danramil Kuta Baro serta Panitia Pengawas pemilihan Aceh Besar.Dalam pertemuan Kapolresta meminta simpatisan dan kader kedua pasangan calon ikut berperan aktifmenjaga ketertiban dan keamanan Aceh Besar dan Banda Aceh. Tak hanya itu, mereka diminta menghargai proses demokrasi dan perbedaan pilihan politik.

“Jangan beda partai, beda timses, lantas membuat kita terbelah dan ribut, hargailah perbedaan serta junjung tinggi nilai demokrasi,”kata Kombes T Saladin SH.

Dikatakan Kapolresta, pemilukada merupakan moment rawan yang menjadi celah bagi oknum-oknum tak bertangungjawab untuk mengganggu proses damai yang berjalan di Aceh. Untuk itutim sukses kandidat pasangan calon bupati maupun gubernur jangan mudah terprovokasi. Sementara itu dalam paparannya tim suksek serta kader dari kedua pasangan meminta kepolisian mengungkap tindakan pidana yang terjadi saat pemilu seperti pengrusakan baliho serta atribut partai yang kerap terjadi. Kedua kader menyatakan kesiapan membantu kepolisian untuk mengungkap para pelaku.

“Ini untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku dan kami ingin pemilukada berjalan demokratis tanpa intimidasi dan kekerasan. Kami siap membantu tugas tugas kepolisian,”kata salah seorang tim sukses pasangan Mawardi Ali-Waled Seulimum.

Senada disampaikan tim sukses Saifuddin Yahya-Juanda Jamal yang menilai perlunya mengaktifkan sistem keamanan lingkungan jelang pilkada. Hal itu untuk memperkecil ruang gerak oknum-oknum yangtidak bertanggungjawab.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolresta atas inisiatif untuk menggelar pertemuan ini. Setiap tindakan kriminal yang dapat menggangu ketertibandan keamanan mari kita serahkan kepada kepolisian untuk menyelesaikannya. (ade.gm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *