Lagi-lagi Polair Polda Aceh Amankan Kapal Berbendera Asing Di Langsa

loriitribratanewsaceh.com — Polisi Perairan Polda Aceh amankan satu Kapal berbendera asing melalui Satuan Dit Pol Air Baharkam KP Lory 3018 Mabes Polri yang sedang bertugas di wilayah perairan Aceh Polda Aceh yang kembali berhasil memburu satu kapal asing ilegal fishing berbendera Malaysia, di 40 mil mengarah selatan perairan ZEE Indonesia. Tepatnya di perairan Kuala Langsa, Selasa (15/03/16) dini hari.

Kapal Kayu berbendera Malaysia bernomor lambung PKFB 663 dengan memperkerjakan lima warga negara Thailand yang ditangkap, sudah diamankan di Pelabuhan Kuala Langsa.

Kelima warga Thailand muslim itu yang namanya dikutip dari pasport mereka diantaranya, Montree alias Ali (50) selaku tekong, Anusak Wanni alias Husen (38), Khamphon (38), Samart Soka (37) dan Chema Samaat (47).

Iptu Antonius Trias K, Perwira Muda Komandan Kapal Dit Pol Air Baharkam Mabes Polri menjelaskan, “pihaknya setelah melakukan pemeriksaan segala dokumen kapal dan kelima ABK-nya, mereka telah melakukan pelanggaran, oleh sebab itu, kapal berbendera Malaysia yang mempekerjakan lima ABK berkewarganegaraan Thailand itu kita amankan di pelabuhan Kota Kuala Langsa, bersama barang bukti ikan campur ditaksir lebih kurang sebanyak dua ton yang selanjutnya untuk dilakukan proses hukum,”ucapnya.

penangkapan-kapal-asing-18Kapal Kayu asing ilegal fishing berbendera Malaysia yang melakukan penangkapan ikan itu menggunakan alat tangkap pukat trawler (harimau), papar Antonius.

Dan dalam sebulan belakangan ini Satuan KP Lory 3018 yang bertugas di Aceh sudah berhasil menangkap 3 buah kapal asing ilegal fishing berbendera Malaysia.

“Sedang kasus ini kita limpahkan ke Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Idi yang penyidikannya dilaksanakan Sat Pol Air Polres Langsa, sementara ikan campur akan dilelang oleh Tim sesuai UU dan peraturan yang ada,” pungkas Antonius.

Sementara Montree alias Ali beragama Islam itu selaku tekong kapal juga pandai berbahasa melayu itu mengatakan, dirinya adalah tekong pengganti.

Dirinya mengaku baru dua hari melaut dan melakukan penangkapan ikan, dan menurut Ali kebiasaan mereka beroperasi di laut ZEE Indonesia, sekitar jam 04.00 WIB pagi. “Kami baru bekerja dengan Akok, pengusaha keturunan cina warga Malaysia,” aku Ali.

Menurut Dir polair Polda Aceh Kombes Pol Bambang Irianto SH MH, keberhasilan Polair Polda Aceh bersama dengan KP Lory 3018 Mabes Polri ini yang begitu gigih nya dalam menindak lanjuti segala kejahatan dilaut merupakan sebuah upaya dalam menjaga stabilitas keamanan dilaut yang merupakan tugas pokok Polair dalam bertugas sehari-hari dan sebagai suatu sikap respect yang tinggi terhadap perintah dari Menteri, Kapolri, serta Presiden.

Bambang juga mengatakan,” untuk segala upaya tindak Kriminal dilaut, baik itu ilegal fishing, ilegal mining, traficking, people smugling dan sebagainya akan kita berantas habis, apa pun cara nya, sehingga kami sangat membutuhkan semangat serta doa dan partisipasi dari seluruh masyarakat untuk bisa membantu kami nanti nya dalam bertugas dilapangan,” ucapnya kepada Tribratanewsaceh.com

Sumber: inspirasibangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: