Lagi-Lagi Polisi Berhasil Meringkus Para Penambang Ilegal di Nagan Raya

tribratanewsaceh.com – Tim Gabungan Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh dan Sat Reskrim Polres Nagan Raya, Selasa (30/10) sore, menangkap empat penambang emas ilegal di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Penangkapan tersebut dilakukan dalam operasi terpadu yang dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh, Kompol Guntur Muhammad Tariq dan Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKB Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, keempat penambang yang ditangkap itu masing-masing BG (21), warga Kota Langsa dan NRD (40), warga Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya yang bekerja sebagai operator beko, serta SYS (28) dan MA (60) keduanya warga Desa Krung Isep, Kecamatan Beutong, Nagan Raya selaku pengelola tambang ilegal.

Bersama pelaku, Polisi juga turut mengamankan dua beko yang selama ini beroperasi di tambang tersebut. menurut kronologis kejadian, pada Selasa (30/10) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan menuju ke Pante Ara. Sekitar pukul 17.00 WIB, tim menemukan pelaku dan barang bukti dugaan lokasi minerba tanpa izin (emas). Lalu, seorang operator beko dan tiga orang pengindang (pencuci emas) diamankan petugas.

Selanjutnya di lokasi kedua, tim menemukan lagi pelaku dan barang bukti dugaan minerba tanpa izin dan mengamankan seorang operator beko dan dua pengelola tambang emas ilegal. “Pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolda Aceh untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Boby.

Iya juga menambahkan, penambangan emas dilakukan di daerah aliran Krueng Isep dengan cara mengeruk pasir di pinggir sungai menggunakan beko. Kemudian, pasir disaring dengan asbuk (alat penyaring antara batu dan pasir) untuk dipisahkan. Terakhir, pasir diindang oleh pekerja guna mendapatkan emas untuk mereka jual ke toko-toko di Nagan Raya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *