Langkah Awal Kurangi Kriminalitas, Polres Aceh Utara Kunjungi Sekolah

img-20160926-wa0021Tribratanewsaceh.com – Maraknya tindak kriminalitas yang melibatkan para pelajar mulai mendapat atensi khusus dari aparat Kepolisian Polres Aceh Utara.

Ratusan pelajar SMPN 7 dan SMK 1 di Kecamatan Lhoksukon dibuat kaget dengan kedatangan aparat Kepolisian dari Polsek Lhoksukon (Jajaran Polres Aceh Utara). Para polisi yang mendatangi seluruh kelas ini, langsung memeriksa seluruh isi tas, ponsel serta surat-surat kendaraan yang dibawa para siswa. “Kaget saja, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” ujar salah satu siswa yang pasrah saat isi tasnya digeledah, Senin (26/9/2016)

Dalam razia yang digelar selama empat jam didua sekolah ini, polisi tidak menemukan siswa yang menyimpan senjata tajam serta video porno. Namun, polisi menemukan beberapa siswa membawa sepeda motor.  Para siswa dihimbau untuk tidak ugal-ugalan dan memakai helm SNI.

Kapolsek Lhoksukon, Iptu Hendra Gunawan Tanjung mengungkapkan, hal ini dilakukan sebagai langkah awal mengurangi angka kriminalitas. Jika para generasi muda bisa terselamatkan dari lingkungan yang jahat, seterusnya juga akan bebas dari tindak pidana.

“Pada prinsipnya, para siswa harus sadar keamanan dan ketertiban diri sejak dini. Jangan sampai mereka menjadi pelaku tindak kejahatan. Begitu juga harus pandai-pandai jaga diri agar tak menjadi korban orang-orang tak bertanggungjawab, sangat kita sayangkan seperti halnya telah terjadi di wilayah Bireun, seorang siswa terlibat peredaran sabu” jelas dia.

Pihaknya saat ini terus mengawasi para siswa yang menyimpan sajam, video porno serta membawa kendaraan bermotor. “Kalau ada siswa yang bawa senjata tajam, buku-buku radikalisme dan juga ponsel pasti langsung ditindak. Karena, siswa dilarang membawa barang-barang semacam itu. Ada beberapa yang ketahuan membawa handphone langsung diperiksa,” ungkap dia.

Iptu Hendra Gunawan Tanjung menerangkan, selain masalah narkotika dan pornografi, kendaraan bermotor juga. Rata-rata usia para siswa belum cukup umur dan pasti tidak memiliki SIM. “Maka dari itu, para orang tua dan guru diharap benar-benar menjaga anak-anaknya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah setempat merasa senang dan turut bahagia siswanya tak ada yang menyimpan video porno. Hanya saja, masih banyak yang perlu kembali dibenahi bersama.  “Untuk ponsel dan sepeda motor memang lebih baiknya dibatasi saja,” jawabnya singkat.img-20160926-wa0023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *