Media Sosial Sarana Komunikasi Yang Positif

Yusuf Al-Qardhawy Al-Asyi, SHI., MH (Pengamat Hukum, Politik, dan Keagamaan)

tribratanewsaceh.com – Tujuan hidup umat manusia adalah menggapai kesejahteraan dan merasakan kebahagiaan lahir dan batin. Kesejahteraan mustahil akan diperoleh apabila keamanan dan kenyamanan tidak terwujud. Begitu juga kebahagiaan nonsen akan dicapai apabila dalam masyarakat masih dibudayakan sikap-sikap yang orientasinya adalah provokasi non-edukasi dan non-responsibiliti. Komunikasi perlu dibangun oleh semua pihak, tetapi komunikasi yang berdimensi positif, tentunya mengandung manfaat.

Media sosial (medsos) selain berfungsi sebagai wadah mencari dan menyampaikan informasi, juga berfungsi sebagai sarana pencerdasan yang berdestinasi pencerdasan dan semangat cinta tanah air, bukan dijadikan sarana mengadu domba, fitnah, dan varian tindakan-tindakan yang tidak mendidik lainnya. Media sosial dan masyarakat bagaimanapun juga tidak akan bisa dipisahkan, namun hanya bisa diawasi dan diberikan sanksi tegas bagi mereka yang menyalahkan ketentuan regulasi yang diatur oleh negara dan norma-norma yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

Saat ini cukup beragam media sosial yang digunakan masyarakat, di antaranya adalah Facebook, Instagram, dan lain-lain. Dua jenis media sosial ini digunakan hampir mencapai 100 juta orang atau sekitar 69% dari total penduduk Indonesia (sekitar 250 juta). Apabila 10% saja warga negara menggunakan medsos bukan pada hal-hal yang sarat dengan nilai-nilai positif dapat mengganggu stabilitas dan kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara, bayangkan saja apabila user medsos yang menyalahkan fasilitas era postmodern ini di atas angka itu.

Media sosial dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat, merusak dan memperbaiki serta mengandung dimensi negatif dan positif. Apabila diperhatian tujuan para pendiri semua jenis media sosial dipastikan awalnya demi kebaikan, tetapi kemudian oleh para user memanfaatkan kecanggihan alat sarana komunikasi tersebut dengan beragam tujuan. Media sosial tidak pernah salah, tetapi penggunanya yang harus diedukasi secara massif, evolutif, dan sistimatis serta ditatar kesadaran mereka.

Banyak cara ditempuh untuk meningkatkan kesadaran para user medsos agar memanfaatkan sarana komunikasi pada hal-hal yang mengandung nilai postif, di antaranya perlu dibentuk regulasi yang lebih tegas mengatur dan memberi sanksi bagi pengguna yang dinilai bertentangan dengan semangat nasionalisme, pluralitas, kebhinekaan, dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian bekerjasama dengan para khatib, dosen, guru, gerejawan, tokoh agama, ormas, OKP, dan berbagai stakeholder agar mereka bersedia menjadi “corong inviter”  bersama dengan pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tidak menggunakan medsos pada hal-hal yang negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *