Meski Terlibat Bentrok Dengan Pendemo, Polisi Tetap Komitmen dan Kawal Ketat Jalannya Pilkada Aceh 2017

tribratanewsaceh.com – Banda Aceh , Ratusan demonstran pendukung dari masing-masing partai dan para calon kepala daerah, pagi tadi terlibat bentrok dengan aparat keamanan di depan Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Mereka terus mendesak pihak KIP untuk kiranya dapat menggelar Pilkada ulang kembali yang dinilai dan dirasa tidak memuaskan.

67a339de-0ffb-47ed-968e-563d0eaf6dffAksi demo yang awal nya dilakukan secara damai, sontak tiba-tiba berubah menjadi anarkis yang diakibatkan oleh provokasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Melihat situasi tersebut Para personel kepolisian polda aceh tak tinggal diam, tim dalmas pun segera dikerahkan demi menghalau aksi anarkis masa, Tembakan gas air mata, tembakan peluru karet dan semprotan air dari mobil water canon ikut mewarnai pengamanan unjuk rasa tersebut. Akan tetapi acara tersebut merupakan rangkaian dari aksi simulasi pengamanan Pilkada yang digelar oleh Polda Aceh di depan Stadion Haji Dimurthala, Jumat (18/11/2016).

Acara simulasi melibatkan 650 personil polisi, mulai dari berpakaian preman, berpakaian lengkap, dan turut disaksikan oleh beberapa pejabat utama polda aceh dan para perwira. Simulasi tersebut dilakukan dalam beberapa adegan, seperti pengamanan calon gubernur dari amukan massa, pengamanan kantor KIP, dan juga penjinakan Bom.

Adegan pertama, kepolisan mengamankan calon gubernur Aceh dari serangan pendemo, para demonstran mencoba menghalangi calon kepala daerah, hingga aparat kepolisian berhasil menyelamatkan calon kepala daerah dari amukan pendemo.

e359c31f-250c-4a88-90a2-9aacfbc84269Selanjutnya, adegan berlanjut demontrasi para demonstran di depan kantor KIP Aceh. Pendemo  meminta KIP menggelar Pilkada ulang, pilkada ini dianggap banyak terjadi kecurangan. Ratusan massa terlihat bentrok dengan pihak keamanan. Mereka mencoba maju dan melempar botol air dan kayu ke pihak keamanan dan juga membakar pos keamanan.

Untuk menghalau aksi para pendemo pihak kepolisian melaksanakan penyemprotkan air dari mobil water canon dan menembakkan gas air mata, saat massa semakin beringas, pihak kepolisan juga menembakkan beberapa peluru karet ke arah demonstran. Akibat bentrokan ini, sejumlah polisi dan demonstran sempat memakan korban hingga akhir nya dilarikan ke rumah sakit.

Ketika para demonstran sudah bubar, polisi juga menemukan benda mencurigakan di lokasi demonstran. Setelah diselidiki oleh pihak penjinak bom dari kesatuan Gegana Polda Aceh, ternyata benda tersebut merupakan bom yang mempunyai daya ledak tinggi.

3da61ba3-e645-461a-940b-d3d69ea6f25eTidak tinggal diam, pihak Gegana langsung menerjunkan timnya untuk menjinakkan bom tersebut. Dan akhirnya Bom tersebut pun berhasil diledakkan tanpa menelan korban jiwa dan kerusakan material lainnya.

Kombes Pol Sugeng Ingat Rikolo selaku Direktur Latihan Simulasi mengatakan, rangkai latihan ini dilakukan untuk mengantisipasi pengamanan jalannya Pilkada 2017 mendatang. Perlu persiapan yang matang, bukan berarti berharap kerusuhan itu akan terjadi. Dia tetap menginginkan Pilkada Aceh berjalan aman dan damai.

“Mudahan-mudahan tidak terjadi, kalau saja terjadi unjuk rasa maupun kerusuhan baru kita turunkan yang seperti ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *