Personel Polres Aceh Tamiang, Amankan Aksi Demo Buruh Pabrik

tribratanewsaceh.com – Lebih dari tiga ratusan karyawan perkebunan PT Parasawita yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menggelar aksi Demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang (Atam), Senin (14/11/2016). Mereka meminta kepada wakil rakyat setempat untuk membantu menyelesaikaan masalah tenaga kerja yang sudah hampir sebulan dirumahkan oleh perusahaan tanpa ada kejelasan.

Sebelumnya sebanyak 106 karyawan PT Parasawita di rumahkan oleh perusahaan secara sepihak dengan dalih kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil. Namun, karyawan yang ikut berdemo tidak hanya yang telah di PHK, melainkan, seluruh pekerja sekitar tiga ratus orang ikut bergabung kompak menggelar aksi unjuk rasa di tingkat Kabupaten.

img-20161114-wa0035

Dalam pantauan lensa tribratanewsaceh.com dilapangan, ratusan massa karyawan ini datang menggunakan kendaraan roda dua sekitar pukul 11.30 WIB. Begitu tiba, mereka langsung berorasi dan meneriakan yel-yel didepan Gedung DPRK sambil membentangkan spanduk dan poster. Disisi lain, para wakil rakyat tengah menggelar rapat Paripurna Badan Legislasi (Banleg) di Ruang Sidang Utama yang juga dihadiri pihak eksekutif.

Sekitar tiga pleton petugas keamanan dari Polres Aceh Tamiang yang di Komando langsung oleh Kabag Ops AKP. Joko Kusumadinata, S.H., Sik termasuk Polwan dan Satpol PP membentuk barisan pagar betis guna menghalau para demonstran yang ingin merangsek masuk kedalam gedung ini.

img-20161114-wa0023

Adapun tuntutan karyawan PT Parasawita, sebanyak sembilan poin diantaranya, bayar lunas gaji dan uang beras karyawan yang masih tertunggak, karyawan yang bekerja diatas 25 tahun harus dipensiunkan dan bayar seluruh haknya sesuai UU RI Nomor 13/2013 Tentang Tenaga Kerja termasuk karyawan yang di PHK.

Tuntutan berikutnya, karyawan mendesak, hapuskan sistem tali kasih bagi karyawan yang sudah meninggal dunia maupun yang masih aktif, uang pensiun harus dibayar tunai tidak dicicil dan tetapkan tanggal gajian yang pasti setiap bulannya.

img-20161114-wa0028

“Hari ini kami minta DPR bisa secepatnya turun Pansus kelapangan melihat kondisi perusahaan kami. Karena saat ini karyawan Parasawita sepertinya sudah dikorbankan, selain telah dirumahkan sepihak tanpa kejelasan gaji dan pesangon, terlebih hak-hak karyawan yang lain juga tidak diberi oleh perusahaan,” teriak Suherman.

Sedangkan Zulbasri dalam orasinya menyampaikan, banyak karyawan PT Parasawita yang sudah tua renta tapi masih tetap dipekerjakan oleh perusahaan hingga hari ini, tanpa ada kejelasan kapan dipensiunkan dan bisa menerima hak pesangon. “Kami kesini minta keadilan hak-hak kami yang ditahan perusahaan. Kami sudah puluhan tahun mengabdi di Parasawita sampai nenek dan kakek-kakek masih pegang cangkul dan babat. Tapi kami justru dirumahkan secara besar-besaran oleh perusahaan,” tandasnya.

Sekitar 30 menit berorasi, pukul 12.00 WIB, para pengunjuk rasa yang di koordinatori Suherman dan Zulbasri, dijumpai sejumlah anggota DPRK Aceh Tamiang yang kemudian enam orang perwakilan karyawan dipersilahkan masuk kedalam ruangan untuk berdialog.

Enam delegasi karyawan PT Parasawita itu diantaranya, Suherman, Zulbasri dan Imran diterima langsung oleh tiga pimpinan kolektif dewan yakni Rusman, Juanda dan Nora Idah Nita beserta sejumlah anggota legislator yang membidangi masalah tenaga kerja.

Rapat berlangsung diruang Badan Anggaran (Banggar) DPRK setempat dihadiri Plt. Bupati Aceh Tamiang, H. M Ali Alfata, MM didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan, Mix Donal dan Kepala Disnaker, Oki Kurnia serta jajarannya.

Diskusi antara perwakilan karyawan, legislatif dan pihak eksekutif Aceh Tamiang berlangsung selama sekitar 90 menit, dengan kesimpulan Plt Bupati Aceh Tamiang Ali Alfata berjanji akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. “Kita akan mengirim surat kepada Gubernur dan Disnaker Aceh dan selanjutnya memanggil pimpinan perusahaan untuk merundingkan nasib karyawan yang telah dirumahkan,” ujarnya. Plt Bupati juga memerintahkan Disnaker setempat untuk terus memfasilitasi peneyelesaian masalah tenaga kerja PT Parasawita yang belum tuntas.

Sementara dari DPRK Aceh Tamiang akan membentuk tim panitia khusus (Pansus) turun kelapangan melihat kondisi perusahaan, salah satunya ke pabrik kelapa sawit (PKS) PT Parasawita yang kondisinya sudah membahayakan pekerja yang beraktivitas disekitar PKS. DPRK Aceh Tamiang akan melibatkan perwakilan karyawan setiap kali ada pertemuan dengan managemen perusahaan Parasawita.

Pada pukul 13.30 WIB setelah perwakilan karyawan keluar dari ruangan, ratusan karyawan PT Parasawita yang masih menunggu diluar Gedung DPRK ikut membubarkan diri dengan tertib sembari mendapat pengawalan dari petugas Polres Aceh Tamiang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *