Polda Aceh Himbau Masyarakat Tak Rayakan Tahun Baru, Ormas Dilarang Lakukan Razia

Tribratanewsaceh.com- Terkait pergantian tahun Masehi 2018, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan apapun dalam rangka perayaan tahun baru, yang mana hal tersebut sesuai aturan atau Qanun (Perda) yang ditetapkan di provinsi Aceh.

Selain kepada masyarakat umum, imbauan ini juga diberlakukan untuk para pengelola atau pelaku usaha seperti kafe, hotel, serta tempat-tempat hiburan lain agar tidak memfasilitasi tempat dan sejenisnya untuk perayaan tahun baru.

Hal ini dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar, MInggu (31/12/2017) pagi.

“Kita imbau seluruh masyarakat Aceh untuk tidak melakukan kegiatan apapun dalam rangka merayakan tahun baru, termasuk kepada pengelola hotel, kafe dan tempat hiburan agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut, ini sesuai aturan berlaku yang dikeluarkan Pemerintah Aceh,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dirinya juga menegaskan, seluruh LSM atau organisasi masyarakat (ormas) yang ada di wilayah hukum Polda Aceh dilarang dan tidak dibenarkan untuk melakukan kegiatan razia apapun atau dimana pun yang bertujuan untuk mencegah perayaan tahun baru tersebut.

“Karena hal ini tidak sesuai dengan aturan dan melanggar hukum. Jika lembaga atau organisasi ini tetap melakukan kegiatan tersebut, maka akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kabid Humas.

Kabid Humas juga mengatakan, bagi masyarakat atau ormas yang mengetahui adanya kegiatan perayaan tahun baru ini, diharapkan agar dapat melapor kepada pihak kepolisian setempat.

“Baik ormas atau masyarakat jangan main hakim sendiri, Laporkan ke Kepolisian jika memang ada kegiatan mencurigakan yang berbau perayaan tahun baru,” tegasnya lagi.

Sementara itu, saat ditanya mengenai pengamanan yang akan dilakukan, dikatakan Polda Aceh mengerahkan 725 personel dari berbagai satuan yang akan ditempatkan di beberapa lokasi yang dianggap perlu diamankan.

Seluruh personel ini, sambungnya, juga akan melakukan patroli keliling ke seluruh lokasi yang sudah ditetapkan, termasuk ke hotel-hotel, kafe dan tempat hiburan lainnya, yang dibantu oleh unsur TNI, Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan serta sejumlah unsur terkait lainnya.

“Kondisi Aceh, khususnya Banda Aceh, sudah aman. Jangan sampai kita temukan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan. Jika main hakim sendiri, itu malah membuat kondisi Aceh tidak aman,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *