Polda Aceh Tangani Ribuan Kasus Kriminal di tahun 2017

tribratanewsaceh.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh menangani 7.186 kasus selama tahun 2017 ini. Kasus itu terdiri dari berbagai macam kasus seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan dan perdagangan manusia. 

Hal ini dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak didampingi Irwasda, Kombes Pol Erwin Faisal dan Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar, pada kegiatan rilis akhir tahun yang dilaksanakan di Aula Machdum Sakti, Mapolda Aceh, Minggu (31/12/17).

“Selain itu, ada kasus penggelapan, penipuan, judi, cabul serta penyalahgunaan senjata api atau bahan peledak. Dari 7.186 kasus yang ditangani, sebanyak 4.383 kasus dapat diselesaikan dan kita berharap sisanya dapat segera diselesaikan di waktu mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh juga menangani sejumlah kasus menonjol seperti tindak pidana telekomunikasi, ilegal fishing, lingkungan hidup, kesehatan, korupsi, uang palsu, kriminal siber dan lainnya pada tahun ini.

“Jumlah laporan yang diterima sebanyak 252 laporan, sementara jumlah kasus yang diselesaikan yakni sebanyak 135 kasus,” katanya.

Khusus untuk tindak pidana korupsi, lanjutnya, Polda Aceh mempunyai target menyelesaikan 29 kasus, akan tetapi di tahun 2017 ini pihaknya hanya mampu menyelesaikan 34 kasus tindak pidana korupsi, sementara 28 kasus lainnya di tahun ini masih dalam proses penyelidikan.

“Barang bukti tipikor yang berhasil disita yakni berupa uang berjumlah Rp 6,3 miliar, 6 unit mobil serta surat-surat tanah dan rumah. Jumlah uang negara yang dapat diselamatkan yakni sebesar Rp 85,89 miliar,” ungkap Kapolda.

Selain itu pada bidang narkoba, pada kegiatan yang juga dihadiri seluruh pejabat utama Polda Aceh tersebut, dikatakan, kasus narkoba yang terjadi di wilayah hukum Polda Aceh meningkat sebanyak 82 kasus pada tahun ini.

Menurut data dari Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) yang melaksanakan Operasi Antik Rencong sejak 12 Oktober 2016 hingga 31 Oktober 2017 lalu, kasus narkoba yang terjadi pada 2016 berjumlah 1.444 kasus yang mana pada tahun ini meningkat menjadi 1.562 kasus.

“Jumlah tersangkanya sebanyak 2.152 orang yang terdiri dari 2.061 orang pria dan 92 orang wanita. Barang bukti yang diamankan berupa 15.886,6 kilogram ganja, 44.975,74 gram sabu dan 3.813 ½ butir ekstasi,” jelasnya.

Sementara, ladang ganja yang berhasil diungkap pihaknya yakni 103 hektar lahan yang banyaknya 486.000 batang ganja, yang mana 484.720 batang langsung dimudahkan di lokasi dengan cara dibakar hingga habis.

“Sampel batang ganja yang diamankan sebagai barang bukti dari hasil pengungkapan ladang sebanyak 1.280 batang, kemudian ganja kering seberat 4 kilogram, serta 6 orang tersangka,” tambah Irjen Pol Rio S Djambak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *