POLISI ACEH YANG SEMAKIN ISLAMI

Teuku Adee

Bulan suci Ramadhan, bulan puasa bukan berarti Polisi juga puasa dalam bertugas menjaga keamanan dan melayani masyarakat. Para penegak hukum ini tetap bertugas sebagaimana mestinya, tetap setia berjaga disetiap persimpangan untuk mengatur lalulintas, tetap menjalankan tugas sehari hari melayani segala macam pengaduan dan keluhan masyarakat dan lain sebagainya.

Sisi menarik dalam kehidupan masyarakat di Aceh, bulan suci Ramadhan sangat berbeda dengan daerah daerah lain di Indonesia, selain memang daerah kita menerapkan syariat Islam, suasana Ramadhan dibumi serambi mekah ini memang begitu terasa, masjid masjid yang selalu dipenuhi jamaah shalat disetiap waktunya, menjelang sore hari setiap sudut kota yang selalu ramai dengan orang orang yang menjajakan aneka panganan untuk berbuka puasa. Dan pemandangan yang sangat menggembirakan adalah Polisi polisi di aceh selama bulan Ramadhan ini sering terlihat mengenakan peci dalam melaksanakan tugasnya, dan lebih dari itu hasil pantauan kami Polisi polisi di Aceh, mulai dari Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Takengon dan kota kota lainnya banyak sekali mengadakan kegiatan kegiatan yang menurut kami sangat simpatik seperti membagi bagikan takjil untuk berbuka puasa bagi masyarakat. Tentunya hal positif ini disambut baik oleh masyarakat, “Senang rasanya melihat Bapak bapak Polisi dan ibu ibu polwan ini sering membagi-bagikan takjil kepada kami pengguna jalan, apalagi mereka ramah sekali”. Tutur seorang ibu yang kami temui di kawasan simpang BPKP daerah Lambhuk kota Banda Aceh.

Kapolda Aceh Irejn Pol Rio S. Djambak melaui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan mengatakan bahwa Polisi akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat disegala bidang, apalagi di Aceh yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai nilai keislaman. Kombes Pol Goenawan menambahkan, “ Selama ini citra Polisi sudah baik dimata masyarakat, kita manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat, jangan sampai istilah Polisi Humanis itu hanyalah menjadi simbol semata, akan tetapi benar-benar bisa dirasakan sendiri oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Aceh yang kita cintai ini”. Tutup beliau saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *