Polisi Buru Perampok IRT di Aceh Tenggara

tribratanewsaceh.com – Polres Aceh Tenggara terus memburu satu orang pelaku perampokan dan penganiayaan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Pulo Latong, Kecamatan Babussalam. Hingga kini Polisi telah memeriksa empat saksi, termasuk korban dan satu tersangka yang telah ditangkap, selain dua warga sekitar lokasi kejadian.

Menurut Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSI melalui Kasat Reskrim, Iptu Kabri SH MM, kepada Serambi, Selasa (26/6) mengatakan telah memeriksa korban yang mengalami penganiayaan seusai dirampok. Ditambakan tiga saksi lainnya juga dimintai keterangan, terutama tersangka berinisial SI, warga Lawe Sumur.

Kasat Reskrim ini menjelaskan kondisi korban perampokan dan penganiayaan sudah mulai membaik, sehingga sudah bisa dimintai keterangan. Tetapi, katanya, korban sudah kembali lagi ke Medan untuk pemeriksaan ulang kesehatannya.

“Identitas satu tersangka yang sudah menjadi buronan sudah diketahui dan diminta untuk segera menyerahkan diri,” imbaunya. Dia menyatakan tersangka yang menjadi buronan akan dapat segera ditangkap.

Dilansir sebelumnya, Tim Cobra Polres Agara (TCA) telah berhasil satu tersangka perampok di rumah Yurniar boru Aritonang pada Jumat (8/6) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Tersangka berinisial SI, warga Lawe Sumur, Agara ditangkap di dalam taksi jenis Kijang Innova di pos perbatasan Desa Lawe Pakam dan dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Agara, Iptu Kabri.

Berdasarkan keterangan sementara dari tersangka SI, perhiasan milik korban telah dijualnya ke Medan. “Pelaku ada dua orang, seorang lagi dalam buronan Polisi dan sudah diketahui keberadaannya,” kata Iptu Kabri. Sedangkan korban yang bernama Yusniar boru Aritonang, warga Pulo Latong, Kecamatan Babussalam sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum Medan, karena mengalami pendarahan hebat di kepala.

Kabri mengatakan korban mengalami luka sobek di bagian wajah dan belakang kepala yang diperkirakan menggunakan benda tumpul. Disebutkan, Yusniar kehilangan sepeda motor, perhiasan emas 10 mayam dan uang tunai sekitar Rp 30 juta yang dilarikan perampok.

Saat itu, korban sedang sendirian di rumah. Pelaku yang diprediksi lebih dari satu orang itu masuk ke rumah korban dan merampas sepmor jenis Honda Vario milik korban yang diparkir di rumahnya. Selanjutnya, lanjut sumber itu, pelaku memaksa korban menyerahkan uang tunai dan perhiasan jenis berlian yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Usai merampok dan melukai korban, pelaku langsung membawa kabur sepmor dan perhiasan korban. Diduga, pelaku juga ingin menghabisi nyawa korban karena di belakang kepala korban terdapat bekas bacokan dan pukulan benda tumpul. Karena mengalami pendarahan hebat, korban harus dirujuk ke rumah sakit umum di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *