Polisi Gagalkan Penyelundupan Lima Kilogram Shabu di Bandara SIM

tribratanewsaceh.com  – Kembali Polisi berhasil menggagalkan penyeludupan  lima kilogram narkotika jenis Shabu melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Dua tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Mapolresta Banda Aceh.

“Penyelundupan sabu ini merupakan mata rantai jaringan shabu internasional,” sebut Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (3/10/2016).

Kapolres menjelaskan, tersangka yang pertama dibekuk berinisial AA (48) di Bandara SIM, Senin (26/9).  “Barang bukti shabu yang hendak dibawa ke Jakarta itu diselipkan tersangka di badannya, yakni di pinggang  bagian depan, belakang dan bawah,” papar T Saladin, didampingi Wakapolresta AKBP Drs  Sugeng HS dan Kasat Narkoba AKP Nazril.

Saat pertama diamankan, lanjut T Saladin, bersama tersangka ditemukan sekira 2,5 kilogram shabu. Setelah tersangka dan barang bukti diamankan, petugas curiga dan membuka rekaman CCTV bandara. “Ternyata tersangka AA sudah sempat melewati pintu pemeriksaan untuk melewatkan barang haram itu. Setelah ditelusuri, petugas kembali menemukan barang bukti sekitar 2,5 Kg sabu lagi. Jadi, total barang bukti yang kita amankan sekitar 5 kilogram sabu. Harganya mencapai Rp5 miliar,” jelas Kapolres.

Dari hasil pengembangan, diketahui AA mengambil shabu tersebut dari seorang pria berinisial F alias M di Kabupaten Bireuen. “Petugas bergerak cepat dan keesokan harinya, pada Selasa (27/9), petugaspun berhasil mengamankan tersangka F di pinggir jalan negara kawasan Gandapura, Bireuen,” ujar Kapolresta.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui F juga mendapatkan shabu dari HR yang berdomisili di Dumai, Riau. “ Sementara tersangka HR mengambil barang itu dari M yang tinggal di Malaysia. dan hingga kini keduanya masih DPO,” jelas Kombes T Saladin.

Ditambahkannya, selama ini AA membawa barang haram itu kepada pria berinisial T yang tinggal di Jakarta. “Untuk sekali jalan AA mengaku mendapatkan ongkos Rp50 juta. Namun, untuk yang terakhir itu tersangka AA sudah menerima panjar Rp10 juta,” kata Kapolresta.

Sebelum ditangkap, lanjut Kombes T Saladin, tersangka AA sudah dua kali berhasil membawa sabu dari Aceh ke Jakarta. “Dua kali lolos itu (ke Jakarta) juga menumpangi pesawat melalui Bandara SIM,” sebutnya.

Dijelaskannya, kali pertama tersangka berhasil membawa 400 gram sabu dan yang kedua sebanyak 500 gram sabu. “Kali ketiga yang kita gagalkan ini, ternyata mereka sudah bermain dalam partai besar, dengan barang bukti mencapai 5 kilogram sabu,” tandas Kapolresta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *