Polisi Masih Mengusut Pengeroyokan Siswa SMP

tribratanewsaceh.com – Arju Ikram (15) pelajar kelas III SMPN 2 Lhokseumawe, harus diopname di Rumah Sakit Kasih Ibu, setelah mengaku dikeroyok delapan pelajar lainnya di dalam kelas, Jumat (26/2). Orang tua korban lalu melaporkan kasus itu ke Polsek Banda Sakti.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Ramli Ishak, Jumat (4/3) menyebutkan, pihak terlapor dan pihak sekolah memang sudah berupaya menyelesaikan perkara tersebut secara damai. Namun, sampai sekarang, pihak keluarga Arju belum mau berdamai, keluarga Arju ingin mengetahui terlebih dulu bagaimana hasil scanning kepala. Apabila tidak ada masalah di kepala, maka baru mau berdamai. “Mungkin Senin ini, kepala Arju akan discanning ,jika bermasalah, maka kasusnya tetap lanjut,” ujar Kapolsek.

Karena itu, sampai saat ini polisi masih mengusut kasus ini karena orang tua Arju tak mau berdamai. Penyidik sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk mengambil hasil visum. “Dalam waktu dekat kita juga akan memeriksa terlapor dengan meminta pihak sekolah menghadirkan mereka. Mereka hanya dimintai keterangan, tidak ditahan,” kata Ramli.

Sri Aryati Spd MPd menyatakan, Arju sudah mulai sekolah  setelah dirawat di rumah sakit akibat dikeroyok temannya pada Kamis (3/3). “Penyelesaian secara damai masih terus kita upayakan. Kita semua berharap kasus ini bisa segera selesai dengan damai, apalagi mengingat sekarang ini sudah menjelang ujian nasional,” kata Kepala Sekolah SMPN 2 Lhokseumawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: