Dari kiri ke kanan; Kabag Ops Polres Aceh Timur (Kompol Rusman Sinaga), Kapolres Aceh Timur (AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH), Apa Yuh, Bergek, A. Bakar. AR, dan Suparmin yang membelakangi kamera (Panitia Pelakasana Show Bergek) pada saat di lobby Polres Aceh Timur, Minggu (06/03) malam.

Polisi Mengevakuasi Show Musik Bergek Yang Berujung Anarkis

tribratanewsaceh.com – Pertunjukan “Kesenian Aceh Bergek Show” akan digelar  di lapangan bola kaki Desa Buket Pala, Kecamatan Ranto Peureulak, pada Minggu (06/03) sore berujung anarkis.

Batalnya penampilan Zuhdy (Bergek), artis yang lagi ngetrend di Aceh ini, karena terjadinya miss komunikasi, antara panitia pelaksana dengan pihak Bergek. Pihak panitia mematok harga tiket masuk Rp. 15.000,00 dan konser akan dimulai pada pukul 13:30 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB. Masyarakat seputar Ranto Peureulak yang haus akan hiburan dan umumnya sedang demam Bergek, merasa senang dengan akan adanya pertunjukan idola mereka, ditambah harga tiket masuk yang cukup terjangkau di kantong warga.

Sejak pukul 12:00 WIB satu persatu penonton mulai mendatangi lokasi pertunjukan, hingga pada pukul 13:30 WIB penonton mencapai 5.000 orang telah menyesaki lapangan bola kaki Desa Buket Pala. Sampai pukul 15:45 WIB penonton yang sudah nampak kelelahan, kepanasan dan tidak sedikit yang kehausan mungkin juga lapar, mulai resah dan geram lantaran selama dua jam lebih mereka hanya disuguhi penyanyi lokal seperti A. Bakar AR, Lilik, Kamal dan Uli . Puncaknya pada pukul:16:00 WIB terjadi aksi pembakaran panggung pentas dan membuat penonton yang didominasi anak remaja dan Ibu-ibu lari ketakutan.

Melihat situasi yang tidak kondusif aparat keamanan segera menghimbau penonton agar tidak anarkis, namun himbuan tersebut tidak dihiraukan lagi. Untuk mengindari kejadian yang lebih buruk lagi, panitia, artis pengisi acara serta kru-nya dievakuasi oleh aparat kepolisian untuk dibawa ke Polsek Ranto Peureulak yang kemudian dibawa ke Polres Aceh Timur.

Pasca kejadian pembakaran panggung Bergek tiba di seputaran lokasi tepatnya di Masjid Desa Pasir Putih yang tidak begitu jauh dari tempat ia akan manggung. Petugas yang melihat kedatangan Bergek kemudian meminta agar ia ikut ke Polres Aceh Timur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sesampai di Polres, baik panitia maupun Bergek dimintai keterangannya oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH. Kepada Kapolres Bergek mengaku bahwa ia kesasar karena tidak ada panitia yang memandu perjalanannya. Bergek juga mengatakan bahwa ia akan naik panggung pada pukul 16.00 WIB hal tersebut sudah disampaikan Bergek kepada A. Bakar. AR.

Di sisi lain Suparmin (52) warga Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak selaku panitia tidak pernah menerima informasi tersebut, menurut Suparmin ia tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Bergek, dirinya mempercayakan kepada Apa Yuh selaku sekertaris panitia pertunjukan.

Melihat kejanggalan tersebut, sampai berita ini diturunkan pada pukul: 24:00 WIB baik Bergek maupun panitia pelaksana Kesenian Aceh Bergek Show masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polres Aceh Timur.

(tribratanewsacehtimur.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: