Polisi Perairan Polda Aceh Gagalkan Bawang Merah Ilegal Selundupan di Aceh Tamiang

IMG_20160715_114941Tribratanewsaceh.com – Belasan Ton bawang merah illegal asal Malaysia yang akan diseludupkan ke wilayah Provinsi Aceh melalui jalur perairan kembali berhasil diringkus oleh Ditpolair Polda Aceh dengan menggunakan sarana Kapal Patroli Kp. WEH I – 3001 Pada hari ini, jum’at (15/07/2016) sekira pukul 05.00 Wib.

Kapal motor bermuatan bawang ilegal ini tertangkap oleh petugas saat sedang melaksanakan patroli dan pada posisi koordinat 04’30’230″ N – 98’13’588″ E di Perairan sungai yu, Aceh Tamiang. Kapal motor bernama KM BERKAT dan di Nakhodai oleh Indra beserta tiga orang ABK ini, ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas ternyata tak dapat satupun memperlihatkan kelengkapan surat-surat izin berlayar dan dokumen-dokumen lainnya, serta membawa muatan bawang merah ilegal asal Penang, Malaysia dengan pemilik atas nama Supri.

Kepada tribratanewsaceh.com Captain kapal Patroli Kp. WEH I-3001 Bripka Dian Alfajar mengatakan, “Kapal motor ini awalnya memang sudah tampak begitu mencurigakan saat kita pantau dari kejauhan, dengan gerak gerik nya serta tampak pula di bagian depan kapal ada seperti tumpukan-tumpukan barang yang hanya ditutup oleh terpal saja, dan begitu anggota saya turun kekapal dan memeriksa nya maka ternyata dugaan kita benar bahwa ada yang tak beres dengan kapal motor tersebut”, ungkap nya.

IMG_20160715_114933Bawang bawang ini direncanakan akan di pasok keseluruh wilayah di Aceh nantinya dengan menggunakan jalur darat setelah tiba di Aceh Tamiang, dan dengan harga yang relatif murah, akan tetapi apakah bawang ini layak dikonsumsi oleh masyarakat atau tidaknya belum lah dapat dipastikan karena bawang tersebut diseludupkan secara ilegal tanpa melalui proses karantina terlebih dahulu.

Dan untuk barang bukti berupa satu buah kapal motor KM. BERKAT, 13 ton bawang merah ilegal, dokumen-dokumen kapal yang lama, serta tersangka 4 orang telah diamankan di Satpolair Polres Langsa guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: