Polisi Ringkus Dua Wanita Terkait Penipuan Penempatan PNS dan Modal Usaha di Lhokseumawe

tribratanewsaceh.com – Kepolisian Resort Lhokseumawe Sektor Banda Sakti berhasil meringkus dua wanita terkait penipuan penempatan PNS dan Modal Usaha di Kota Lhokseumawe berinisial PJ (27), warga Desa Cangguek, Kecamatan Tanah pasir, Kabupaten Aceh Utara dan NI (36) warga Desa Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Banda Sakti, Senin (01/01/2018).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.I.K, MH melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo. W. S.I.K mengatakan, Penangkapan tersebut berawal dari laporan pelapor kemudian ditindak lanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan dengan cara berpura-pura ingin bertransaksi sehingga tersangka langsung berhasil ditangkap ditempat.

Menurut keterangan Kapolsek, tersangka melakukan kasus penipuan tersebut dengan modus menyamar sebagai PNS di jajaran pemerintah kota Lhokseumawe. Dan tersangka menawarkan jasa dapat meluluskan proposal bantuan dana rakyat miskin dengan uang pengurusan sebesar 3 juta hingga 5 juta dan si korban hingga saat ini tidak ada menerima bantuan tersebut. `

Kasus kedua, penipuan yang dilakukan dengan iming-iming bisa memindahkan penempatan kepegawaian dari suatu daerah ke daerah lain atau dari provinsi Aceh ke provinsi yang lain dan sudah memakan tujuh korban, dengan total kerugian mencapai sekitar RP 79.000.000.

Jadi tersangka dalam kasus ini adalah seorang PNS dan satu tersangka lagi tidak PNS namun tersangka mengakui kepada korban sebagai PNS atau berkedok sebagai pegawai PNS di Lhokseumawe”, sebut Iptu Arief.

Dari kedua tersangka tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti diantaranya kwitansi pembayaran, sejumlah ATM, baju seragam PNS yang digunakan untuk menyamar dan berikut enam orang saksi juga sudah diperiksa oleh petugas.

Kedua tersangka ini terancam di jerat dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara dan kasus ini masih akan dikembang dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya ”, tegas Iptu Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *