Polres Aceh Tamiang Amankan Ratusan Karyawan Demo

tribratanewsaceh.com – Ratusan karyawan perusahaan perkebunan PT. Mustika Prima Lestari Indah (MPLI) melakukan aksi mogok kerja dengan cara menduduki Kantor pusat  PT. MPLI, di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Senin (19/9/2016).

img20160919102810-300x225Dalam aksinya, para buruh perkebunan yang turut didampingi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SP3) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) tersebut, berkumpul diarea Kantor sambil membawa sejumlah  poster tuntutan. Adapun tuntutan mereka diantaranya, terkait mutasi dan masalah gaji yang belum sesuai dengan peraturan Gubernur Nomor 60/2015 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP).

Informasi diperoleh Humas Polres menyebutkan, karyawan PT. MPLI menggelar mogok kerja sekira pukul 10.00 WIB dipertigaan pintu masuk kantor perusahaan tersebut dengan pengawalan ketat dari aparat Polsek Tamiang Hulu dan Polres Aceh Tamiang. Setelah semua buruh berkumpul, mereka baru bergerak merangsek masuk ke kantor MPLI sambil membawa bendera merah putih, spanduk dan sejumlah poster.

Ketua DPC SPPP-SPSI Aceh Tamiang, Tedy Iriawan yang mewakili suara para karyawan PT. MPLI menyatakan, pihaknya menuntut perusahaan tidak melakukan permutasian atau intimidasi terhadap kepengurusan anggota PUK SPPP-SPSI dalam menjalankan kegiatan serikat pekerja di dalam perusahaan sesuai undang-undang Nomor 21/2000. Perusahaan harus membayar upah sesuai Pergub Nomor 60/2015 sebesar Rp 2,1 juta/bulan. “Selama ini perusahaan hanya membayar sesuai besaran hasil TBS yang dipanen oleh para pekerja setiap bulannya,” kata Tedy.

img20160919102725-800x600Setelah menyampaikan tuntutan, selanjutnya lima orang perwakilan karyawan diajak masuk keruangan kantor MPLI untuk melakukan mediasi dengan Managemen perusahaan.Perwakilan yang ikut bernegosiasi yakni, Tedy Iriawan selaku Ketua (DPC SPPP-SPSI) Aceh Tamiang, Safri pengurus (PUK-SPSI PT MPLI) Adi, Zulfikar dan Yakub. Mereka diterima oleh Manager PT. MPLI Ir. Sudarno dan staf Direksi Bagian Tanaman, Yudi.

Sementara dari pihak Polres Aceh Tamiang yang hadir mendampingi yakni, Kabag Ops AKP Joko Kusumadinata, SH, Sik Kasat Intelkam AKP Zakiul Fuad, Kasat Sabhara AKP Adi Sucipto, TS dan Kapolsek Tamiang Hulu IPTU Azwan.

Dalam ruangan tersebut, perwakilan karyawan kembali menyampaikan poin tuntutan. Namun aspirasi perwakilan buruh ini tidak mulus, karena pihak perusahaan yang diwakili Manager ini, tidak dapat memberi keputusan dikarenakan pimpinan masih berada di Medan, Sumatera Utara. Namun dalam minggu ini pihaknya berjanji akan dilaksanakan rapat Direksi untuk membahas permasalahan mutasi dan gaji yang berujung dengan aksi mogok karyawan tersebut.

Disisi lain, sebelum ada hasil keputusan dari perusahaan, karyawan mengancam akan terus melakukan mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Kabag Ops Polres Aceh Tamiang, AKP Joko Kusumadinata, SH, Sik saat dihubungi Humas Polres mengatakan, kesimpulan dalam mediasi tersebut masih menunggu pihak perusahaan melaksanakan rapat Direksi dulu dalam minggu ini. Namun, perwakilan karyawan mendesak pada tanggal 26 September 2016 harus sudah ada keputusan terkait tuntutan karyawan. “Jika perusahaan tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut, maka Polres Aceh Tamiang akan memfasilitasi mediasi antara karyawan dengan perusahaan,” terangnya.

Kabag Ops menghimbau, sambil menunggu keputusan dari perusahaan, diharap para karyawan jangan berbuat tindakkan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan pihak perusahaan. “Intinya jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu dari pihak eksternal yang dapat memanfaatkan situasi ini,” himbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *