Polresta Amankan Pelajar Pembobol Mobil Jamaah Shalat Jumat

tribratanewsaceh.com – Jajaran Polresta Banda Aceh menangani kasus pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil yang ditinggalkan pemiliknya untuk salat Jumat.

Dua tersangka yang diamankan merupakan bocah berstatus pelajar, sementara dua lagi masih dalam pengejaran Polisi.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH menyebutkan, belakangan ini pihaknya memang kerap menerima laporan tentang aksi pencurian dengan cara memecah kaca mobil yang kembali marak di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

“Sejauh ini sudah terindikasi empat orang pelaku dari kalangan pelajar,” kata Saladin, Selasa (17/01/17).

Dari empat pelaku tersebut, jelas Kapolresta, dua diantaranya telah diamankan polisi.

“Sisanya masih dalam pengejaran petugas,” sebut Saladin.

Dia menjelaskan, dua pelaku yang sedang menjalani pemeriksaan itu, masing-masing berusia 12 tahun berinisial I dan F.

“Yang satu warga Kecamatan Bandaraya dan satu lagi warga Baiturahman Banda Aceh,” katanya.

Sementara dua pelaku yang masing buron yakni R (12) dan N (15 ) yang juga warga dari dua kecamatan tersebut.

“Mereka ini beraksi di Masjid Besar Pahlawan Kampung Ateuk saat warga tengah melaksanakan salat Jumat, 13 Januari lalu,” papar Saladin.

Menurut Kapolresta,  sasaran pelaku merupakan mobil milik Daniel Sarumaha (38), warga Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa yang saat kejadian sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Besar Pahlawan.

“Tersangka I dan F ditangkap warga setelah memecah kaca mobil BL 336 JN milik Daniel,” katanya.

Dijelaskannya, aksi mereka dipergoki seorang wanita yang berjualan di depan Masjid Besar Pahlawan.

“Merasa aksinya diketahui, I dan F kemudian melarikan diri dan bersembunyi di salah satu rumah kosong di belakang masjid. Belakangan ditangkap warga dan diserahkan ke polisi,” papar Saladin.

Kapolresta menambahkan, pihaknya masih menyelidiki apakah I dan F merupakan jaringan dari aksi pencurian yang terjadi di beberapa lokasi lain seperti masjid Oman Lampriet dan Masjid di Desa Neuheun, Aceh Besar.

“Dalam kasus ini, korban menderita kerugian Rp2 juta karena kaca pintu mobil bagian kiri dipecah pelaku. Adapun tas yang berhasil dibawa lari R dan N yang kini buron, tidak berisi barang berharga,” katanya.

Hasil pengembangan penyidik, empat pelaku tersebut memiliki peran masing-masing. “F berperan mengintip ke bagian dalam mobil untuk melihat barang berharga, sementara I berperan memecah kaca mobil. Sedangkan R dan N berperan mengambil dan membawa kabur tas hasil curian,” ungkap Kombes Saladin.

Untuk menghindari aksi pencurian dengan modus serupa, Kapolresta mengingatkan para pemilik mobil agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil saat parkir.

“Ini harus selalu diperhatikan agar tidak mengundang pelaku kejahatan,”pungkas Kombes Saladin.

tribratanewsbandaaceh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *