Razia Kayu Ilegal, Polres Gayo Lues Bersama KPH III Patroli Hutan

tribratanewsaceh.com – Tim Buser Polres Gayo Lues Razia kayu Ilegal kawasan Hutan Telege Bur Pining Kecamatan Pining Blangsere, Gayo Lues.

Tim buser menemukan 2 ton kayu olahan dengan ukuran bervariasi mulai dari ukuran lebar 1,5 X 6 Inc dan 2 x 4 inc Panjang 2,5 meter.

Razia pada Jumat tanggal 27 April 218 dipimpin KBO Sat Reskrim Ipda Mardiansyah bersama Anggotanya, KPH III Serta Wartawan.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK melalui KBO Reskrim Ipda Mardiansyah menyebutkan, Razia Kayu ilegal di Telege Bur Pining Jalan Pining- Lesten dilakukan berdasarkan informasi masyarakat maraknya pembalakan kayu ilegal di Kawasan tersebut, Pembalakan liar sudah meresahkan masyarakat dikuatirkan dapat menjadi sebab banjir Bandang di kecamatan Pining.

Berdasarkan informasi tersebut Polres menerjunkan tim Buser kelapangan untuk menginvetigasi kondisi dilapangan.

Dari hasil infestigasi dilapangan didapat kayu legal pada dua titik, satu titik kayu berjumlah sekira 30 lembar tersimpan dalam sebuah lubang yang sengaja dibuat semacam persembunyian kayu tepatnya di pinggir jalan Pining Lesten.

Kemudian dilakukan lakukan kembali pencarian diseputar kawasan berhasil ditemukan tempat pembelahan kayu yang menjorok kedalam hutan, didalam tersebut terdapat bongkahan kayu jenis Meranti dengan dia meter 5 bentangan tangan orang dewasa , yang sudah terbelah –belah, didalam lokasi tersebut juga ditemukan sebanyak 2 ton kayu siap olah dengan ukran 1,5 x6 inc dan 2×4 inc dengan panjang 2,5 meter.

Sekira 30 keping papan diamankan sementara sekira 1,5 ton lagi belum bisa diamankan karena kondisinya yang jauh dari tepi jalan dan keterbatasan personil serta waktu yang memasuki senja hingga suasana mulai gelap dan terbatasanya sarana penerangan tim menjadi kesulitan untuk mengakut mengamankan kayu –kayu tersebut. Kayupun ditinggalkan rencana akan diambil paginya. Dalam razia dadakan tersbut tidak di dapat pemilik.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membalak hutan mengambil kayu di hutan karena akan merusak ekosistem hutan yang dapat menyebakan bencana alam. Selain itu pembalakan hutan juga melanggar undang-undang. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *