Residivis Jampret Ditangkap Polisi, Saat Hendak Jual Hasil Barang Curian

Tribratanewsaceh.com – Personel Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, berhasil meringkus SM (38), warga Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Tersangka penjambret yang berprofesi sebagai penarik becak penumpang ini, ditangkap saat hendak menjual handphone (HP) hasil curiannya di sebuah toko ponsel di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (19/1/16) sekitar pukul 12.45 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasat Reskrim Kompol Raja Gunawan SH MM menyampaikan hal ini kepada tribratanewsbandaaceh, Minggu (22/1). Raja menceritakan dalam setiap aksinya, Suhatman memilih kejahatan jalanan itu menjelang pelaksanaan sholat Jumat, ketika kaum pria menuju ke masjid-masjid. Pasalnya di samping sepi, ruas-ruas jalan dalam kota hanya dilintasi oleh kaum ibu.

“Pengakuan pelaku dia beraksi tunggal. Modus operandinya saat beraksi dia memakai baju lain dan sebuah sepeda motor. Kemudian saat barang curian dijual, dia pakai baju lain. Saat ini kita juga menyita sepeda motor Supra X tersebut,” ungkap Raja.

Mantan Kabag Ops Polres Bireuen ini menyebutkan ada delapan titik yang dia jambret dan semua korban perempuan dengan target mereka yang menggantung tas di bahu serta mengendarai sepmor sendirian. Dari delapan titik itu, empat dilakukan di Kecamatan Baiturrahman dan dua titik lainnya masing-masing di Kecamatan Kuta Alam dan Kutaraja.

“Pelaku menarik paksa tas korbannya pada saat ibu-ibu itu sedang berdiri di lampu merah,” jelasnya.

Dari serangkaian aksi tunggal yang dilakukan pelaku, akhirnya mendorong Kepolisian melakukan pendalaman, termasuk meminta bantuan warga untuk menyampaikan informasi bila mengetahui ada orang-orang yang menjual barang dengan harga di bawah standar. Di bawah komando Kanit Jatanras, Ipda Ibrahim SH MH, akhirnya Polisi mendapatkan informasi dari warga pelaku telah pernah menjual HP di salah satu toko ponsel kawasan Sukamakmur, Aceh Besar. Pelaku pun terdeteksi menjual barang curian lainnya di salah satu toko HP di kawasan Lambaro.

“Kami imbau kalau ada yang menjual barang di bawah harga standar, patut dicurigai kalau itu barang curian. Jangan coba-coba menampungnya, kalau sampai barang itu dibeli, maka bersiap-siaplah berhadapan dengan hukum,” ungkap Raja.

Ia pun meminta kaum perempuan tidak mengantung tas di bahu atau menempatkan barang-barang berharga di bagian laci sepeda motor yang menggunakan jenis matic. Lalu masih banyak terpantau kaum ibu yang mengenakan perhiasan yang berlebihan, sehingga hal dimaksud akan memancing para tersangka melakukan kejahatan. Pengendara juga diimbau menhindari melintas jalan sepi dan patut dicurigai setiap orang yang berada di belakangnya. “Kalau ada seseorang yang mengikuti dari belakang, sebaiknya langsung berdiri di keramaian. Karena dari aksi kejahatan ini, tidak sedikit korban yang jatuh, sebab berusaha mempertahankan barang miliknya. Harapan kami kehati-hatian perlu ditingkatkan,” demikian Kompol Raja Gunawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *