Resiko Polisi, Siapa Peduli ???!!!

Teuku Adee

Polisi, mendengar kata tersebut apa yang ada dipikiran kita? Seseorang dengan penampilan gagah dengan seragamnya? sang pembela kebenaran? yang selalu terlihat disetiap persimpangan jalan ? seseorang yang menakutkan? Kita bebas menafsirkan arti kata Polisi. Tapi pernahkan terpikirkan oleh kita bahwa menjalani tugas menjadi seorang anggota Polisi itu tidaklah mudah, bahkan kita kerap kali menghujat Polisi tapi disisi lain kita sangat membutuhkan kehadiran Polisi.

Untuk mengatur lalulintas setiap harinya, untuk pengamanan disetiap kegiatan bahkan memberantas kejahatan yang semakin lama semakin menjadi. Untuk melakukan tugas tugas tersebut sungguh tidaklah gampang, terkadang untuk tetap menjaga ketertiban lalu lintas seorang anggota Polisi kerap mengorbankan waktu mereka untuk berkumpul dengan keluarga tercinta, bahkan disaat hari lebaran tiba tak jarang beberapa anggota Polisi harus tetap melaksanakan tugasnya mengatur lalulintas, memastikan acara acara keaagamaan tetap berjalan lancar tanpa gangguan. Sering terlihat para anggota Polisi melakukan sholat Ied dengan pakaian seragam lengkap, bahkan diantara mobil mobil yang terparkir.

Belum lagi resiko tinggi dalam memberantas kejahatan, para anggota Polisi sering kali harus berhadapan dengan penjahat-penjahat yang tanpa belas kasih dan terkadang anggota Polisi tak peduli dengan keselamatan dirinya sendiri bahkan ketika harus mengorbankan nyawanya. Sudah banyak sekali kasus kasus yang harus diselesaikan oleh Polisi meskipun dibayar dengan nyawa mereka.

Tapi Polisi bukan tanpa cacat, terkadang ada tindakan tindakan mereka yang salah prosedur, hal ini tak lepas dari fakta bahwa seorang Polisi adalah juga manusia biasa tempatnya salah dan khilaf. Tentunya hal ini tidak sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hidup ditengah masyarakat, tetapi sangat disayangkan masih banyak masyarakat yang menghujat dan berburuk sangka terhadap Polisi tanpa mau tahu bagaimana pengorbanan mereka, sampai sampai seorang pemerhati sosial yaitu Ahmadi Sofyan pernah mengeluarkan sebuah statement “Sekali sekali cobalah melihat Polisi dengan  “mata hati” jangan melulu dengan “mata kaki”.

Kabid Humas Polda Aceh Kombespol Goenawan mengatakan bahwa Polisi tetap mengedepankan proffesionalisme dalam melayani masyarakat, “Kita ini adalah pelayan masyarakat, tak peduli masih banyak orang yang menghujat dan memandang jelek kepada kita, dengan kinerja yang baik dilapangan melayani dengan hati, tentunya masyarakat bisa menilai” demikian pungkas Goenawan saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *