Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang Berhasil Mengungkap Purburuan Gajah Liar, Dua Gading Diamankan

Tribratanewsaceh.com – Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang berhasil mengamankan dua buah gading gajah yang diduga hasil dari perburuan liar saat Petugas sedang melaksanakan Razia Ope‎rasi Zebra Rencong 2017 di depan Mapolsek Kota Kuala Simpang, Selasa (14/11/2017) sekitar pukul 21.45 WIB.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian melalui Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra S.os mengatakan, kedua gading tersebut disita petugas dalam sebuah mobil dari tersangka beriinisial SD (46) yang merupakan warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.
“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat bahwa yang bersangkutan membawa dua buah gading gajah menggunakan mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi BK 1506 QM yang melaju dari arah Aceh Timur menuju Medan,” kata Chandra.
“Saat digeledah, gading dengan panjang 80 centimeter dan berat 10 kilogram ditemukan di lantai mobil bagian belakang yang dibungkus karung plastik warna putih,” jelasnya.
Selanjutnya Kasat Reskrim menjelaskan saat dimintai keterangan, tersangka mengaku bahwa gading hewan yang dilindungi tersebut adalah miliknya, rencananya gading tersebut akan dibawa ke Medan.
Saat ini tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Aceh Tamiang guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
“Tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 40 Ayat 2 jo Pasal 21 Ayat 2 huruf (d) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” tambah Chandra.
Seperti informasi beredar sebelumnya, ditemukannya bangkai tulang belulang gajah yang sudah membusuk tanpa gading disamping lahan perkebunan jagung milik berinisial R di daerah Kampung Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Pereulak Kabupaten Aceh Timur, dengan kondisi tertanam.
“Sekitar 10 meter dari lokasi penemuan gajah tersebut terdapat pagar pembatas lahan tanaman jagung yang diduga memiliki aliran listrik, yang berasal dari rumah pelaku berinisial R dan disekitar lokasi juga ditemukan pisang yang digantung bersama dengan air yang berwarna merah yang diduga racun,” ungkap Iptu Ferdian Chandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: