Sat Reskrim Polres Nagan Raya Ungkap Kasus Penambangan Ilegal

tribratanewsaceh.com – Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Nagan Raya mengungkap kasus penambangan emas ilegal (Illegal Minning) di wilayah Nagan Raya. Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan empat tersangka yang terlibat dalam kegiatan itu.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang mengatakan, keempat tersangka yakni UT (32), warga Kecamatan Teunom, Nagan Raya.

UT melakukan penambangan tanpa izin dan berperan selaku operator alat berat jenis ekskavator (beko) serta elanggar Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Minerba.

“Dari UT kita amankan satu unit beko merek Hitachi, satu set alat penyuling (asbuk) dan 6 lembar ambal penyaring serta serbuk emas seberat 0,4 gram, tersangka masih ditahan di Mapolres Nagan Raya untuk proses lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (26/5/2018) malam.

Tersangka kedua yang ditangkap yakni BT (50), warga Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Dalam hal ini, BT berperan sebagai pekerja sekaligus pemilik dan pemodal kegiatan penambangan ilegal itu. BT tidak ditahan karena saat ini tersangka masih dirawat di RSUD Nagan Raya karena sakit yang dialami.

“Ada bukti surat kesehatan dari rumah sakit, tapi tetap kita kawal. BT juga melanggar Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Minerba, barang buktinya sama dengan tersangka UT,” kata Kasat.

Tersangka ketiga yang ditangkap yakni KM (47), warga Kecamatan Peugajahan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Ia juga selaku operator alat berat penambangan ilegal dan melanggar Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Minerba jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana.

“Tersangka keempat yakni HM (54), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. HM selaku penyuruh untuk menambang ilegal dan sebagai pemodal penambangan ilegal ini,” kelas AKP Boby.

HM, sambungnya, juga melanggar pasal yang sama dengan KM. Keduanya pun kini masih diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Dari kedua tersangka ini diamankan barang bukti berupa satu unit beko merek Kobelco, satu unit mesin air merek Tianli, 5 lembar ambal penyaring, 10 meter selang air ukuran besar, 2 kerikil ukuran 35 liter berisi solar dan 3 genggam pasir linggam mengandung emas yang dimasukkan ke dalam toples,” jelasnya.

AKP Boby menambahkan, kepada para tersangka dikenakan ancanam hukuman maksimal kurungan 10 tahun penjara dan denda sebeaar Rp. 10 milyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *