Satgas Pangan Kawal Ketersediaan Sembako Bagi Masyarakat

tribratanewsaceh.com – Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan bahan pangan karena pemerintah Kota Banda Aceh telah membetuk Satgas Pangan untuk melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok pada distributor dan pedagang grosir.

Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan oleh Satgas Pangan Kota Banda Aceh di kawasan pasar Gampong Baru dan pasar Peunayong Banda Aceh, Jumat (20/3/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK, MH mengatakan pelaksanaan pemantauan bahan pokok di pasar dilakukan oleh Satgas Pangan, khususnya perwakilan dari Polri.

“Satgas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kota Banda Aceh bertugas melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok pada distributor dan pedagang grosir bersama tim gabungan,” sebut Kasat.

Satgas Pangan tersebut terdiri dari Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Dinas Pangan Pertanian dan Kelautan Banda Aceh, Perum Bulog, Bagian Ekonomi Setda Kota Banda Aceh, perwakilan Asosiasi Pedagang Gemilang dan Bidang Perdagangan Kota Banda Aceh.

Sementara itu, sebut Taufiq, Satgas Pangan melakukan pemantauan terhadap 16 pedagang grosir atau distributor tersebut dilakukan dengan rincian 13 pedagang di Pasar Gampong Baru, dua pedagang di Pasar Peunayong dan satu pedagang di Gampong Mibo, Banda Aceh.

Satgas Pangan juga melakukan pemantauan dibeberapa pertokoan, diantaranya Toko Jasa Sitepu, Toko Muara Sabang Mandiri, Toko UD. Zainon, Toko Indo Plastik, tutur Taufiq.

Selanjutnya Toko Istana Telur, Toko Meuraxa Jaya, Toko Jasa Baru, Toko AMS, Toko UD. MHZ, Toko IDR, Toko IBR 1,Toko HZ, Toko UD. Raysa Guha Tujoh, Toko PT. Alam Jaya Wira Sentosa, Toko Bakti Baru, dan Toko Blang Raya, tambahnya lagi.

Dari hasil pemantauan tersebut lanjut Kasat Reskrim, dapat ditaksir rata-rata jumlah persediaan bahana pokok perbulan dari beberapa distributor diantaranya, gula 151.5 Ton/bulan, Mireng Curah 329.32 Ton/bulan, Minyak Bimoli  6,300 Liter/bulan, Beras 197.5 Ton/bulan, Tepung Terigu 110.9 Ton/bulan dan Telur 127,600 papan/bulan.

Selanjutnya tiga pedagang grosir dan distributor yang biasanya menjual gula pasir mengalami kesulitan karena harga gula yang terus melonjak naik dari distributor Medan sehingga persediaan digudang melami kekosongan, sebut Kasat Reskrim.

Berdasarkan Permendag No. 96/2018 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani, konsumen dan Penetapan harga eceran tertinggi, gula pasir, daging beku dan minyak goreng dari Kemendag No. 1171/M-DAG/SD/12/2019, tanggal 20 Desember 2019 harga jual gula pasir berkisar 12.500/kg, namun karena stok yang sangat kurang serta biaya transportasi khususnya ke Banda Aceh, dirasakan sangat sulit bagi pedagang bila harus tetap menjual gula pasir di harga 12.500/kg,  sehingga harga jual gula pasir di Banda Aceh berkisar antara 798.000 hingga 800.000/sak, sebut Taufiq.

Selanjutnya, untuk bahan Pokok seperti minyak goreng, tepung terigu, dan telur harganya masih stabil dan stok juga cukup hingga lebaran Idul Fitri dengan rincian minyak goreng curah 12.000/kg, minyak bimoli refill 15.000/liter, Telur Ayam 38.000  hingga  42.000/papan. Sedangkan stok beras diharapkan cukup sampai lebaran karena sedang memasuki panen raya sehingga harga beras turun seharga 5.000/kg, tambahnya.

Selanjutnya, menurut informasi yang kami terima dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banda Aceh,  bahwa Kementrian Perdagangan akan melakukan impor gula pada 2-3 minggu ke depan dan diharapkan pada awal April 2020 ini, harga gula pasir akan turun karena telah masuk gula impor dari India, pungkas Kasat Reskrim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *