Sudah Enam Hari Operasi Patuh Rencong 2019, Satlantas Polresta Banda Aceh tilang 100 Pelanggar

tribratanewsaceh.com – Operasi Patuh Rencong 2019 berlangsung selama 14 hari, terhitung tanggal 29 Agustus sampai 11 September 2019. Enam hari pelaksanaan Operasi Patuh Rencong 2019, Sat Lantas Polresta Banda Aceh telah melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas sebanyak 100 surat tilang.

Operasi Patuh Rencong ini bertujuan untuk menertibkan pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar SNI, pengendara yang berusia dibawah 17 tahun, pengendara yang berlawanan arus, pengguna rotator atau sirine yang tidak diperuntukkan, penggunaan ponsel saat mengemudi, pengemudi yang menggunakan narkoba atau miras dan kenderaan yang melebihi batas kecepatan.

Kapolresta Banda Aceh selaku Kaops Resta, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Lantas selaku Kapusdata Ops Kompol Thomas Nurwanto, SE, SH kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan ada beberapa pelanggar yang kita lakukan tindakan dalam operasi patuh rencong 2019 ini.

“Dominan pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi dalam Operasi Patuh Rencong 2019 ini adalah tidak menggunakan helm depan belakang, pengendara yang masih di bawah umur 17 tahun dan pengendara melawan arus “, ujar Kapusdata Ops.

Setiap hari lebih dari 10 kasus yang kita temui selama Operasi Patuh Rencong 2019. Hal ini membuktikan masih kurangnya kesadaran pengendara tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Sat Lantas Polresta Banda Aceh, Rabu (4/9/2019) dalam pelaksanaan Ops Patuh Rencong 2019 di depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, bekerjasama dengan Jasa Raharja Kota Banda Aceh membagikan helm standar bagi pengendara yang melintasi kawasan pelaksanaan kegiatan.

Namun Sat Lantas Polresta Banda Aceh berharap, kepada seluruh masyarakat atau pengguna kendaraan agar dapat mematuhi peraturan lalu lintas dengan melengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan pengendara.

“Kita berharap pelanggar lalu lintas semakin hari terus berkurang, karena tujuan utama Operasi Patuh Rencong ini, untuk menertibkan atau menimalisir jumlah pelanggar lalu lintas,” Kata Thomas

“Kita sudah berupaya maksimal sepanjang tahun untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan para pelajar, dan sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan yang sifatnya represif untuk menegakan hukum,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat guna mematuhi peraturan lalu lintas. Terutama kelengkapan surat-surat kendaraan. Bagi pengguna kendaraan roda dua untuk memakai helm guna keamanan diri sendiri di jalan raya. Selain itu untuk operasi patuh rencong setiap harinya akan terus berlangsung di titik yang berbeda hingga tanggal 11 nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *