Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis di Banda Aceh Berhasil Diringkus Tim Gabungan Polda Aceh dan Polda Sumut

tribratanewsaceh.com – Tak lebih dari 48 jam sejak mayat satu keluarga korban pembunuhan ditemukan di dalam sebuah ruko yang beralamat di Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) malam, Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka pelakunya. Yakni seorang pemuda berinisial RW (22) warga Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya.

Tersangka diciduk oleh petugas ketika berada di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (10/1). Penangkapan dilakukan oleh tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh bersama personel Jatanras Polda Aceh dan bekerja sama dengan personel Polres Deli Serdang, Sumut. Pengejaran dan penangkapan tersangka pelaku pembunuhan yang menewaskan tiga orang Masing-masing Tjie Sun alias Asun (48) dan istrinya, Minarni (40), dan anak mereka bernama Callietos NG (8), dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq SIK.

Kepada sejumlah awak media Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Rio S Djambak melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar, S.H dalam konferensi pers yang di gelar di Polresta Banda Aceh sore tadi, Kamis (11/1/17) mengatakan, kronologis penangkapan terhadap pelaku bermula Polisi curiga bahwa tersangka pelaku adalah orang dekat atau setidak-tidaknya mengenal baik korbannya. Apalagi sehari setelah ketiga mayat ditemukan dalam ruko terkunci, hanya RW yang tidak datang saat dipanggil Polisi. Sedangkan dua temannya yang juga bekerja di tempat korban, datang saat dipanggil polisi.

Berbekal dari informasi tersebut, selanjutnya tim khusus yang dibentuk oleh Kapolresta Banda Aceh dan Ditreskrimum Polda Aceh langsung memburu tersangka. Awalnya Tim gabungan mengejar RW sampai ke kampungnya. Namun, yang bersangkutan tak berada lagi di kampungnya. kemudian Polisi mendapat informasi bahwa tersangka telah menuju ke wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Polisi pun langsung bergerak ke Abdya, dan setibanya disana Polisi menemukan sepeda motor milik korban yang ditinggalkan oleh tersangka. Hingga akhirnya kecurigaanpun menjadi semakin kuat bahwa RW lah pelaku pembunuhan sadis itu disertai adanya informasi tambahan bahwa barang milik korban yang diduga hilang ternyata berada di tangan pelaku.

 

Kombes Pol Misbahul menambahkan, ketika tim gabungan tiba di lokasi yang disinggahi pelaku yakni di kawasan Meulaboh, Aceh Barat, tim tidak berhasil menemukan RW karena sudah lebih dulu bergerak dan kemudian tim kembali mendapat informasi lanjutan bahwa pelaku sudah berada di wilayah Blangpidie, Aceh Barat Daya, hingga tim kembali melakukan pengejaran. Setibanya di Blangpidie, ternyata tersangka pun tak kunjung juga berhasil di temukan oleh tim, hingga beredar kabar bahwa si tersangka sudah menuju ke Medan dengan menggunakan travel umum, dan sekitar pukul 12.00 Wib tim gabungan kembali melanjutkan pengejaran lagi hingga ke wilayah Medan Sumatera Utara.

Dan kemarin, sekira pukul 16.00 Wib, saat tim sedang berada di Medan, tim kembali mendapat informasi bahwa tersangka sedang berada di Bandara Internasional Kualanamu, Kecamatan Deli Serdang, Sumatera Utara. Selanjutnya, tim yang dipimpin oleh AKP Taufiq berinisiatif untuk meminta bantuan perwakilan Polda Aceh di Bandara Kualanamu dan Polres Deli Serdang,dan juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk menjerat pelaku, dan alhasil pada pukul 18.00 WIB terduga pelaku berhasil diamankan dan dibawa pulang ke Polres Deli Serdang, ungkap Misbahul.

Selanjutnya usai diringkus di wilayah Medan, akhirnya tersangka sore tadi di pulangkan ke Aceh kembali melalui via bandara Kualanamu dan tiba di bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang sekira 15.30 Wib, dan selanjutnya tersangka nantinya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Banda Aceh guna mempertanggung jawabkan atas segala perbuatan bejat nya tersebut.

Tersangka nantinya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami apa motif sebenarnya yang melatar belakangi tersangka hingga tega melakukan perbuatan sadis tersebut. Dan untuk keterangan awal dari tersangka melalui lisan, motif awal tersangka adalah karena dirinya sakit hati dengan korban yang selalu memarahi nya, hingga timbul dendam, ” ujar Kabid Humas.

Kemungkinan untuk tersangka nantinya akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 KUHP dengan ancaman 18 tahun penjara,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *