Tiga Kapal Asing Siap Untuk Di tenggelamkan

Tribratanewsaceh.com – Terhitung sejak awal tahun 2016 hingga sekarang, tiga kapal asing pelaku ilegal fishing di perairan Selat Malaka berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak Polair Polda Aceh.

Tiga unit kapal berbendera Malaysia itu pada Sabtu 26 Maret 2016 sore, mulai diarak oleh petugas Polair Mabes Polri yang diperbantukan di perairan Langsa untuk ditenggelamkan.

KPL (17)Ketiga kapal tipe C itu saat ini disandarkan di dermaga pelabuhan Kuala Langsa, sembari menunggu perintah eksekusi penenggelaman, sementara semua alat mesin dan barang-barang lainnya sudah diangkat ke lantai pelabuhan.

Menurut amatan KLIKKABAR.COM, dan tribatanewsaceh.com di pelabuhan Kuala Langsa, ke tiga unit kapal asing yang diamankan oleh Kapal Patroli Lory bantuan dari Mabes Polri itu sudah di cincang menggunakan mesin chinsaw, kapal dengan nomor lambung PKFB 669, KHF 1959, dan FB 1035 tersebut sudah mulai kosong, semua barang  seperti mesin dan alat tangkap ikan yang dianggap berbahaya sudah disita oleh pihak keamanan sebagai barang bukti.

Sementara itu, Kapten Kapal KP. Lory Iptu Antonis Trias K, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan bahwa ketiga kapal asing pelaku ilegal fishing tersebut sedang di cincang. “Iya memang benar, dan sekarang pihak kami sedang melakukan pembersihan dan pembukaan palka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tanggal 30 Maret nanti kapal – kapal tersebut akan diledakkan, jadi barang barang yang tidak berguna dan bisa menimbulkan polutan harus segera diangkat. “Apalagi bagian palka dari kapal mereka diberikan gabus, jadi harus dibongkar,” tutup Antonis singkat.

Dirpolair Polda Aceh Kombes Pol Bambang Irianto, SH. MH juga menambah “iya memang benar, bahwa ketiga kapal asing itu akan kita ledakkan sesuai arahan menteri kelautan Susi Pudjiastuti, dan ini sudah menjadi keputusan kita bersama dalam menjaga keamanan kelautan Indonesia, jadi kalau kita lakukan hal tegas demikian bisa menimbulkan efek jera bagi nelayan asing yang ingin mencuri ikan di perairan kita dengan alat tangkap yang berbahaya”, ujar Bambang.

Sumber: Klikkabar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: