Tim Gabungan Ditreskrimum Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang Berhasil Ungkap Kasus Penculikan dan Penganiayaan

Tribratanewsaceh.com – Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang mengamankan seorang warga Aceh Timur dengan inisial SA yang diduga telah melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap salah seorang warga Aceh Tamiang di Desa Blangkrung Kecamatan Baitusalam Kabupaten Aceh Besar, Minggu (28/01/2018) sekitar pukul 01.15 WIB.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi yang dibuat oleh Istri korban atas nama Nuraini.

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan berdasarkan keterangan pelapor awalnya pada hari Senin tanggal 22 Januari 2018 sekira pukul 01.00 WIB, SA datang kerumah korban dan  mengajak korban pergi dengan sebuah mobil untuk melihat pekerjaan yang diberikan untuk korban kepadanya.

“Selang beberapa waktu istri korban (Nuraini) mendapat telepon dari korban memintanya untuk menjual tanah warisan orang tuanya sebesar Rp 20.000.000, namun ia tidak menanggapinya karena dianggap bercanda, lalu ada seorang warga menelponnya dengan nomor korban dan diberitahu bahwa korban sudah berada di rumah sakit PTPN Langsa,” ungkap Kabid Humas.

“Atas perintah Kapolda Aceh melalui Dirreskrimum, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang bersama Ditreskrimum Polda Aceh dan BKO Brimob yang dipimpin oleh Kasubdit lll Jatanras Kompol Eko Widiantoro agar melakukan penangkapan terhadap tersangka SA,” kata Misbah.

“Tersangka bersama barang bukti sebuah mobil berhasil diamankan di sebuah rumah Kos  Desa Blangkrung Kecamatan Baitusalam Kabupaten Aceh besar,” sebutnya.

Selanjutnya dari hasil pengmbangan Polisi kembali mengamankan satu orang tersangka lagi atas nama MH warga Desa Aluebu Aluelhok Kecamatan Perlak Timur Kabupaten Aceh Timur.

“Dari tangan MH Petugas mengamankan barang bukti sebilah kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban,” tambahnya.

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan ke Polres Aceh Tamiang dan tersangka akan dijerat  pasal 328 KUHP Jo 333 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *