Tim Gabungan Gelar Razia Narkoba di Sejumlah Tempat Hiburan

tribratanewsaceh.com – Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Aceh dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Satpol PP – WH Aceh, Pomdam IM serta Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, melakukan razia narkoba di sejumlah tempat hiburan di kota Banda Aceh.

Razia narkoba yang dipimpin oleh Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Aceh Kompol Sabri dilakukan Jumat (29/12/17) tadi malam, yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB hingga 00.30 WIB dinihari.

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, razia cipta kondisi ini dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penggunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Aceh, khususnya di kota Banda Aceh yang merupakan ibukota provinsi Aceh.

“Razia di lakukan di sejumlah tempat hiburan seperti tempat karaoke, kafe dan sebagainya,” ujarnya kepada tribratanewsaceh.com saat dikonfirmasi Sabtu (30/12/17).

Kabid Humas menjelaskan, seluruh personel gabungan yang terlibat tadi dibagi menjadi dua tim untuk melakukan razia. Tim pertama, melakukan razia di dua lokasi berbeda yakni Galery Kate dan Funland yang berada di kecamatan Kuta Alam.

Sementara, tim kedua melakukan razia di Joe Jazzy Karaoke dan Grand Aceh Karaoke yang berada di kawasan Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

“Seluruh pengunjung kafe atau tempat hiburan tersebut diperiksa mulai dari identitas hingga dites urine, guna mengetahui apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau tidak,” katanya.

Hasilnya, tim gabungan tidak menemukan adanya pengguna narkoba di seluruh tempat yang di razia tadi malam, karena tes urine yang dilakukan menunjukkan hasil yang negatif. Akan tetapi, petugas mengamankan sekelompok wanita di tempat karaoke karena masih melakukan aktivitas di luar hingga larut malam.

“Hasilnya negatif, tidak ada pengunjung yang menggunakan narkoba. Petugas hanya mengamankan beberapa wanita yang masih beraktivitas di luar hingga larut malam, yang mana hal tersebut tidak dibenarkan sesuai aturan atau Qanun yang berlaku,” jelasnya.

Para perempuan tersebut diserahkan ke pihak Satpol PP dan WH Aceh setelah didata, untuk nantinya dilakukan pembinaan. “Razia ini tetap dilakukan kedepannya,” tambah Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *